Di Indonesia, banyak warga tuntut pelayanan bagus negara tapi tidak bayar pajak

S.N.A 9 11 18 Hot News
Di Indonesia, banyak warga tuntut pelayanan bagus negara tapi tidak bayar pajak

Terasjabar.id- Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mengadakan Pajak Bertutur untuk meningkatkan kesadaran pajak masyarakat. Salah satu acaranya digelar pada Jumat (9/11) di Kembangan, Jakarta Barat.

Acara dihadiri oleh sekitar 100 peserta dari 5 universitas di wilayah Jakarta Barat: Universitas Esa Unggul, Universitas Tarumanegara, Universitas Trisakti, Universitas Kristen Krida Wacana, dan Universitas Mercu Buana.

Salah satu yang menjadi pembicara adalah Kepala Bidang P2 Humas Kanwil DJP Jakbar Henny Suatri Suardi. Dia mengajak para mahasiswa agar menjadi pahlawan pajak dan menolak hanya menjadi penikmat.

"Faktanya, kita 265 juta, yang terdaftar cuman 35,5 juta, yang lapor 11,1 juta, kemudian yang bayar 1,3 juta. Bayangkan dari 265 juta orang, masa yang punya penghasilan cuman 1,3 juta? Yang kerja commute di Jakarta saja ada 2 juta," jelas Henny dalam pemaparannya.

Dia pun mengkritik mereka yang tidak memenuhi kewajiban bayar pajak, tetapi menuntut pelayanan bagus dari negara. Itulah yang disebutnya sebagai free rider.

"Si free rider ini menikmati hasil pajak. Mereka memanfaatkan fasilitas-fasilitas yang sudah dibiayai pembayar pajak, padahal dia harusnya membayar juga. Jadi dia tidak ikut melaksanakan kewajibannya," ucap wanita lulusan University of Southern California itu.

Bagi dia, pembayar pajak yang mangkir tetapi turut menikmati hasil pajak, seperti pembangunan dan jasa yang disediakan oleh negara, sama saja dengan berbuat curang. Apalagi bila menuntut pelayanan terbaik, tetapi bahkan tidak memiliki NPWP.

Untuk para generasi muda yang menghadiri Pajak Bertutur tahun ini, Henny menanamkan pola pikir sadar pajak dan sikap kontributif agar berperan menyebarluaskan pentingnya membayar pajak. Dia yakin para mahasiswa sadar bahwa membayar pajak juga termasuk bentuk dari membela negara karena mendorong terciptanya kemakmuran merata di daerah.

"Kita berharap di pikiran atau mindset mereka kalau membayar pajak tidaklah berat. Itu tanggung jawab mereka, bela negara mereka, kesadaran mereka. Mereka harus meneruskan perjuangan pahlawan zaman dahulu dan sekarang mereka menjadi pahlawan zaman now dengan membayar pajak," pungkasnya.

(Nada/sumber:Liputan6.com)

Related Post

Comment