Dituding sebar ujaran kebencian, akun Twitter politikus Belanda diminta ditutup

S.N.A 9 11 18 Hot News
Dituding sebar ujaran kebencian, akun Twitter politikus Belanda diminta ditutup

Terasjabar.id- Pemimpin sekaligus anggota satu-satunya Partai Kebebasan Belanda PVV, Geert Wilders, dianggap kerap memancing kontroversi karena kicauannya di Twitter yang merendahkan kelompok imigran dan anti-Islam.

Federasi Kebudayaan Islam Turki, TICF telah mengirim permintaan resmi ke Twitter. Menuntut agar akun Geert Wilders yang memuat ujaran kebencian (hate speech) segera diblokir.

TICF yang mewakili 144 masjid Turki di Belanda menilai beberapa cuitan Wilders telah melanggar tata cara platform media sosial serta undang-undang di beberapa negara, termasuk Tunisia, Pakistan, Maroko, dan Indonesia.

"Twitter menyediakan panggung bagi Wilders untuk menyebarkan kebenciannya ke seluruh dunia. Tidak hanya Wilders, tetapi juga Twitter, dapat dihukum di negara-negara itu," kata Ejder Kose, pengacara TICF, seperti dikutip dari DW Indonesia, Jumat (9/11).

Dalam suratnya kepada Twitter, TICF menuntut pemblokiran permanen untuk Geert Wilders.

"Ia mempublikasikan secara berkelanjutan di akun Twitter-nya, dengan pesan, gambar dan konten lain yang merupakan tampilan perilaku kebencian," papar pihak TICF.

Lembaga tersebut menambahkan, mereka akan menempuh jalur hukum jika Twitter gagal memberi tanggapan dalam waktu tiga minggu.

"Maju ke pengadilan adalah hal terakhir yang ingin kami lakukan. Tetapi jika kami harus melakukannya, kami akan melakukannya," kata Kose.

Dalam sebuah tweet pada September 2017, Wilders yang berkebangsaan Belanda, menyebut Nabi Muhammad sebagai "pedofil, pembunuh massal, teroris dan orang gila."

Politisi kontroversial itu juga berusaha menggelar kompetisi kartun Nabi Muhammad, namun membatalkannya setelah ada aksi protes dari kelompok Islam di berbagai negara.

Pada 5 November lalu Geert Wilders tidak terima dengan tuntutan pemblokiran akun Twiternya.


(Nada/Sumber:Liputan6.com)

Related Post

Comment