Advertisement

Jumat, 9 November 2018 10:44 WIB

Tudingan Bendera di Rumah Rizieq Shihab ‎Kerjaan Intel, Moeldoko: Dikit-dikit Pemerintah

Admin B —Hot News
Tudingan Bendera di Rumah Rizieq Shihab ‎Kerjaan Intel, Moeldoko: Dikit-dikit Pemerintah

Terasjabar.id - Pemimpin Besar Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab sedang sakit flu yang cukup berat saat diperiksa oleh kepolisian Arab Saudi.

Hal tersebut dijelaskan Pengacara Rizieq Shihab, Sugito Atmo Prawiro yang mengatakan sakitnya sudah mulai muncul sejak dua hari sebelum pemeriksaan berlangsung.

"Iya, beliau memang sedang sakit flu berat dan demam saat pemeriksaan berlangsung pada 6 November kemarin," ungkapnya saat dihubungi Tribun, Jakarta, Rabu (7/11).


Kendati demikian, lanjut dia, Rizieq Shihab tetap menjalani pemeriksaan sebagai bentuk menghormati proses hukum yang berlangsung.

Diceritakan olehnya, Rizieq Shihab sama sekali tidak mengetahui adanya bendera di depan rumahnya.

CCTV yang sudah terpasang sejak awal, justru hilang sehari sebelum kejadian berlangsung. Dirinya terkejut ketika dibangunkan oleh putrinya dan sudah melihat banyaknya aparat keamanan setempat yang sudah berada di depan rumah.

"Tidak lama setelah itu, beliau langsung dibawa untuk diperiksa oleh kepolisian setempat," urainya.

Sugito enggan banyak menduga, tetapi adanya jebakan kepada Rizieq menjadi satu hal yang harus diperhatikan.

Alasannya, terdapat satu kejadian besar yang berada di Indonesia mengenai permasalahan pembakaran bendera yang sama seperti bendera yang berkibar di depan rumahnya. "Tidak bisa dielakkan yang seperti itu. Bisa saja," lanjutnya.

Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Kerajaan Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel menjelaskan seorang warga negara Arab Saudi telah menjamin penahanan Rizieq Shihab.

Hal itu, sesuai dengan ketentuan dan aturan dari kerajaan mengenai jaminan tahanan. "Yang jamin WN Saudi. Aturannya seperti itu," jelas dia kepada wartawan.

Diketahui sebelumnya, WNI atas nama MRS (Muhammad Rizieq Syihab) sempat ditahan dan dimintai keterangan oleh aparat keamanan di Mekkah pada 5 November 2018 lalu.

Pada keterangan Kemlu RI disampaikan bahwa, pihak keamanan Arab Saudi, memeriksa Rizieq Syihab karena ada dugaan pemasangan bendera hitam yang mengarah pada ciri- ciri gerakan ekstrimis pada dinding bagian belakang rumah MRS.

"6 November 2018 pukul 20.00 Waktu Saudi, dengan didampingi oleh staff KJRI, MRS dikeluarkan dari tahanan kepolisian Mekkah dengan jaminan," jelasnya.

Ia menerangkan, untuk lebih lanjut pihaknya akan terus membangun komunikasi dengan pihak terkait, agar mengetahui permasalahan yang sebenarnya membelit Rizieq Syihab. "Kita lakukan komunikasi dengan semua lini di Arab Saudi sebagai bentuk kehadiran negara untuk para WNI," kata akademisi UIN Jogjakarata itu.

Sementara itu, Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Bantuan Hukum (PWNI) Kemlu RI, Lalu Muhammad Iqbal menerangkan, tak ada perlakukan khusus yang didapat Rizieq Syihab saat KBRI memberikan pendampingan.

"Bagi kami (Kemlu) kasus ini tidak berbeda dengan kasus WNI lainnya yang menghadapi permasalahan hukum di luar negeri. Tugas Perwakilan sebatas memberikan pendampingan kekonsuleran untuk memastikan hak-hak hukumnya terpenuhi," ujar Iqbal saat dikonfirmasi.

Operasi 'False Flag'

Bagi Kuasa Hukum FPI, Munarman, pemasangan bendera di depan kediaman Rizieq Shihab dilakukan oleh tukang fitnah yang ingin mempersulit tokoh agama itu di Arab Saudi.

Pemasangan, menurutnya telah menunjukkan sebuah kejahatan. Tidak cukup hanya di Jakarta, fitnah juga terjadi hingga Arab Saudi. Tujuannya, hanya satu, yakni membuat Rizieq celaka.

"Bendera dipasang tukang fitnah. Ada operasi false flag terhadap HRS (Habib Rizieq Shihab) di Mekah saat ini. Mereka berharap, dengan adanya peristiwa tersebut HRS mendapatkan kesulitan dari pihak keamanan Saudi," kata Munarman dalam pesan singkatnya.

Kemudian, ia menyebut, diduga ada pihak yang sengaja menimbulkan kemudharatan terhadap Habib Rizieq. Namun, dia menegaskan, kelakuan jahat ini tak terealisasi karena Habib Rizieq sudah berada di kediamannya di Mekah.

"Mereka menyukai dan senang, apabila HRS ditimpa kesulitan dan kesusahan. Namun, Allah adalah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong bagi HRS. Alhamdulillah, beliau sudah berada di rumah," katanya.

Tanggapan Moeldoko

 Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko meminta semua pihak tidak mengada-ada tudingan terkait kasus bendera di depan rumah Habib Rizieq Shihab.

Dalam akun Twitter Wakil Ketua DPR Fadli Zon, dirinya menulis dugaan bendera di rumah Rizieq Shihab karena dipasang oleh intel.

"Saya yakin apa yg terjadi pd Imam Besar Habib Rizieq adalah fitnah keji. Bisa sj org masang bendera di luar tembok rumahnya, krn lokasinya umum. Ini Kerjaan dasar "intel'. Sy dpt pengaduan dr keluarga Habib pd Senin sore," tulis Fadli Zon dalam akun Twitternya @fadlizon.

Moeldoko mengatakan, tudingan tersebut terlalu jauh dan tidak mungkin intelijen bertindak sembarangan di luar negeri, seperti Arab Saudi.

"Jadi menurut saya jangan mengada-ada lah," ujar Moeldoko di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (8/11/2018).

Ketua Umum HKTI Moeldoko
Ketua Umum HKTI Moeldoko (istimewa)

Mantan Panglima TNI tersebut pun mencontohkan jika dirinya terdapat masalah, maka akan bertanya dalam diri sendiri dan kepada orang lain, apakah ada yang tidak suka dengan dirinya.

"Kalau saya nih, sebagai seseorang kan bertanya dulu, yang enggak senang sama gue siapa sik, banyak juga, gitu, bukan hanya intelijen, dikit-dikit intelijen, dikit-dikit pemerintah, bisa saja orang lain," kata Moeldoko.

Komentar kubu Jokowi

Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja berharap tidak ada respon yang berlebih di Indonesia terkait kasus pimpinan Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab di Arab Saudi.

Habib Rizieq Shihab sempat dimintai keterangan oleh pihak kepolisian Arab Saudi soal bendera yang terpasang di tembok kediaman Habib Rizieq Shihab di Arab Saudi. Karding mengharapkan tidak ada respon yang berlebihan di Indonesia.

"Menurut saya tak ada aksi karena memang tak ada hubungannya antara pemeriksaan Habib Rizieq Shihab di Mekkah dengan Indonesia," kata Karding saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (8/11/2018).

Sebab, kasus Rizieq Shihab mengenai bendera menjadi urusan dalam negeri Arab Saudi. Menjadi aneh, ucap Karding, kalau dihubungkan dengan Indonesia.

Sekjen PKB, Abdul Kadir Karding
Sekjen PKB, Abdul Kadir Karding (Tribunnews.com/ Vincentius Jyestha)

Pemerintah Indonesia, kata Karding, lewat Kedutaan Besar Arab Saudi melakukan upaya pendampingan dan komunikasi dengan pemerintahan atau pihak berwenang di Kerjaan Arab agar Habib Rizieq Shihab diberi kemudahan dalam penanganan.

"Kalau ada yang demo di Indonesia, itu tentu judulnya salah sambung karena tidak ada hubungannya sama sekali. Sekali lagi, pemeriksaan beliau karena terkait dengan pemasangan bendera," ucap Karding.


(Ren/Sumber:Tribunnews.com)

Rizieq Shihab FPI pemulangan Moeldoko



Related Post



Comment