Advertisement

Jumat, 9 November 2018 10:38 WIB

Berikut Langkah Pihak UGM terkait Desakan Pengusutan Kasus Pelecehan Seksual Mahasiswanya

Admin B —Hot News
Berikut Langkah Pihak UGM terkait Desakan Pengusutan Kasus Pelecehan Seksual Mahasiswanya

Terasjabar.id - Kasus pelecehan seksual yang dialami oleh seorang mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) pada tahun 2017 lalu hingga saat ini belum menemui penyelesaian nyata dari pihak UGM.

Lambatnya penyelesaian yang dilakukan membuat banyak pihak melakukan aksi pembelaan.

Menanggapi hal itu, dilansir Tribunwow.com dari berbagai sumber, berikut beberapa penyelesaian yang telah dilakukan UGM :


1. Membentuk Tim Investigasi

Dilansir TribunWow dari Tribunnews.com, Kabid Humas dan Protokol UGM, Iva Ariani, mengatakan pihak UGM akan membawa kasus ini ke ranah hukum.

"Tim investigasi juga telah memberikan rekomendasi ke pimpinan universitas," penjelasan Iva Selasa (6/11/2018) malam.

Tim Investigasi memberi rekomendasi untuk mengevaluasi nilai KKN, pemberian hukuman serta pemberian konseling psikologi.

Iva juga menjelaskan akan melindungi korban dan memastikan keadilan bagi korban.

2. Investigasi Selesai dan Naik ke Rektor

Pada 20 Juli 2018, Tim investigasi telah selesai melakukan tugasnya.

Tim Investigasi yang dibentuk berasal dari FISIPOL, Fakultas Teknik, dan Fakultas Psikologi UGM.

3. Hasil Investigasi

Tiga hal yang ditemukan dalam investigasi yang dilakukan. Diantaranya adalah sanksi bagi pelaku, perlindungan bagi penyintas, perbaikan tata kelola KKN.

4. Pihak Rektorat Lakukan Rapat

Rektor UGM, Panut Mulyono menyatakan bahawa pihaknya telah melakukan rapat Rabu (7/11/2018).

Menurut Panut, universitas siap menyediakan perantara bagi pelaku dan penyintas untuk berduskusi menyelesaikan masalah ini.

Ia juga menambahkan telah siap jika kasus ini akan dibawa ke ranah hukum.

"Jika memang harus ke ranah hukum ya silakan dilakukan," kata Panut," jelasnya dikutip TribunWow dari TribunJogja.

5. Keluarkan Pernyataan Resmi

Dalam Akun Resmi Kampus UGM @ugm.yogyakarta, pihak UGM menyampaikan empat point menanggapi kasus pelecehan seksual yang dialami mahasiswanya.

Dalam siaran pers itu, disampaikan bahwa UGM berempati terhadap kasus tersebut.

Pihak UGM mengupayakan keadilan dan perlindungan.

Tim Investigasi telah menjalankan tugasnya dan berkas telah diserahkan ke pihak rektorat.

Pihak UGM akan mengambil langkah nyata ke jalur hukum.

Kasus pelecehan seksual yang terjadi pada Juni 2017 ini, melibatkan seorang mahasiswa UGM ketika dirinya tengah menjalani KKN di di Maluku.

Menurut Badan Pers Mahasiswa (BPPM) Balairung UGM, Agni (bukan nama sebenarnya) mengalami pelecehan seksual dari rekan sesama kampus berinisial HS.

Peristiwa itu terjadi di sebuah pondokan pada 30 Juni 2017.

Kejadian itu kemudian dilaporkan korban pada rekannya di Yogyakarta.

Menanggapi laporan itu, pada 16 Juli 2017 HS ditarik dari lokasi KKN.

Satu tahun berlalu tanpa penyelesaian, keluar petisi online untuk mengusut tuntas kasus itu. 

Sampai dengan Kamis ( 8/11/2018) malam, Total ada lebih dari 155 ribu warganet yang telah menandatangi petisi tersebut.


(Ren/Sumber:Tribunwow.com)

Kasus pelcehan UGM



Related Post



Comment