Kasus Bendera Rizieq Dituding Rekayasa Intelijen, PPP: Fitnah Lebih Kejam dari Membunuh!

Sfarahita 9 11 18 Hot News
 Kasus Bendera Rizieq Dituding Rekayasa Intelijen, PPP: Fitnah Lebih Kejam dari Membunuh!

Terasjabar.id – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menilai tudingan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab yang mensinyalir pemasangan bendera hitam bertuliskan Arab di tembok belakang rumahnya di Makkah, Arab Saudi adalah ulah dari oknum intelijen sama sekali tak berdasar.

Pasalnya, pernyataan itu terlontar begitu saja tanpa disertai bukti-bukti sahih yang dapat membuktikan kebenarannya.

“Yaitu tudingan tanpa dasar hanya mencari-cari pembenaran. Sebaiknya masalah ini tidak diperkeruh dengan tudingan-tudingan tak berdasar,” kata Wasekjen PPP, Achmad Baidowi saat berbincang dengan Okezone di Jakarta, Jumat (9/11/2018).

Sebagai tokoh Islam, lanjut Baidowi, Rizieq Shihab sejatinya tidak mengeluarkan "kicauan" yang justru mengarah kepada fitnah. Sebab, ia meyakini jika Rizieq pasti tahu betul dosa dari seorang muslim yang melakukan fitnah.

“Bukankah dalam ajaran Islam setiap muslim dilarang fitnah karena fitnah lebih kejam dari membunuh,” tegasnya.

Lebih lanjut ia mengimbau kepada Rizieq Shihab beserta para loyalisnya untuk tidak melancarkan tuduhan yang dialamatkan kepada pemerintah seolah menjadi aktor di balik skenario pemasangan bendera tersebut. Terlebih kasus ini sedang ditangani oleh kepolisian Arab Saudi.

Ia mengimbau seluruh pihak untuk tidak sembrono dalam berpendapat yang berpotensi menimbulkan kegaduhan. "Biarlah aparat keamanan Arab Saudi yang mengusutnya,” kata Baidowi memungkasi.

Sebelumnya, Juru Bicara Front Pembela Islam (Jubir FPI), Munarman mengungkapkan bahwa Habib Rizieq telah dimintai keterangan tentang siapa saja orang yang dicurigainya sebagai pelaku fitnah pemasangan bendera mirip simbol ISIS tersebut.

"Beliau (Habib Rizieq) menyampaikan bahwa pihak yang diduga kuat sebagai pelaku adalah intelijen busuk dari Indonesia," ujar Munarman.

(Sasa/Sumber:Okezone.com)

Related Post

Comment