Advertisement

Sabtu, 21 September 2019 09:19 WIB

UPDATE VIDEO MESUM PNS JABAR - Dua Orang Guru Di Video Mesum Sudah Di Pecat Oleh Sekolah ! dan Bilang Begini

Malda —Teras Techno
UPDATE VIDEO MESUM PNS JABAR - Dua Orang Guru Di Video Mesum Sudah Di Pecat Oleh Sekolah ! dan Bilang Begini

Terasjabar.id - Beredarnya video asusila yang diduga kuat dilakukan oknum guru memperoleh tanggapan dari Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kabupaten Purwakarta, Darta.

Darta mengaku sedih dan kecewa atas perilaku kedua guru honorer yang telah melakukan tindakan tersebut.

"Setelah saya mendengar berita, jujur saya sedih dan sangat kecewa," ujar Darta, saat dikonfirmasi melalui ponselnya, Jumat (20/9/2019).

Menurutnya, Kepala Cabang Daerah (KCD) Wilayah IV telah memanggil kedua kepala sekolah tempat di mana mereka mengajar.

Kepala sekolah tersebut diintruksikan untuk segera melakukan pemecatan terhadap kedua guru honorer tersebut.

"Keduanya telah melanggar kode etik dan tidak bisa diberikan toleransi. Keduanya telah dipecat," katanya.

Dia mengatakan peranan guru sangat penting untuk perkembangan kepribadian para pelajar.

Perilaku yang baik dari guru bukan hanya cakap dan terampil ketika memberikan materi pelajaran di kelas, tapi mesti lebih dari itu, karena profesi guru merupakan teladan sekaligus mitra bagi muridnya.

Darta mengatakan para guru juga harus berhati-hati menjaga sikap, perilaku, penampilan dan tutur kata di mana pun berada.

Apabila guru mengabaikan hal itu, maka akan berdampak negatif bagi perkembangan sejumlah murid.

"Tindakan yang mereka lakukan mencoreng dunia pendidikan yang seharusnya menjadi contoh dan tauladan bagi para siswa di sekolah dan masyarakat pada umumnya," ujarnya.

Terkait dua orang guru honorer yang videonya beredar luas RIA (31) dan RJ, keduanya merupakan guru honorer di dua SMK swasta berbeda di Kabupaten Purwakarta.

Kini, Polisi telah menetapkan RIA sebagai tersangka dalam kasus foto dan video materi pornografi itu.

Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Barat menetapkan RIA (31) sebagai tersangka pada kasus video asusila yang tengah ramai diperbincangkan belakangan ini.

Video tersebut menampilkan seorang wanita berkerudung cokelat berseragam ASN Pemprov Jabar melakukan adegan tidak senonoh.

Adegan suami istri dilakukan oleh RIA dan RJ (30) di sebuah mobil.

Pelaku penyebar video asusila wanita berseragam ASN Pemprov Jabar, RIA (31) saat dikonfirmasi di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Bandung pada Jumat (20/9/2019).
Pelaku penyebar video asusila wanita berseragam ASN Pemprov Jabar, RIA (31) saat dikonfirmasi di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Bandung pada Jumat (20/9/2019). (Tribun Jabar/Haryanto)

Videonya kini telah tersebar luas di dunia maya.

Wadirkrimsus Polda Jabar, AKBP Hari Brata mengatakan RIA menjadi tersangka karena terbukti yang menyebarkan video tersebut ke sejumlah grup Facebook.

"Pelaku yang menyebarkan video dan melakukan kegiatan asusila tersebut," kata AKBP Hari Brata saat menggelar konferensi pers pengungkapan kasus video asusila tersebut di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Bandung, Jumat (20/9/2019).

Saat ini, RIA menjadi tersangka satu-satunya pada kasus yang menyalahi Undang-undang ITE itu.

Hal itu disebabkan RIA melakukan perekaman video adegan panas tanpa sepengetahuan RJ.

Terlebih lagi video tersebut dengan sengaja disebarluaskan oleh pelaku ke media sosial.

RIA tega mengirimkan video ke khalayak ramai melalui media sosial hanya karena sakit hati terhadap RJ yang secara tiba-tiba meninggalkannya.

Padahal, kata Hari, keduanya merupakan pasangan perselingkuhan karena memiliki pasangan resmi masing-masing.

"Iya betul, RIA melakukan pengambilan videonya secara sembunyi-sembunyi," ucap dia.

Si pemeran perempuan yang saat itu masih mengenakan pakaian kerjanya sebagai guru tidak sadar adanya perekaman video oleh RIA.

Oleh karena pengakuannya itu RJ yang kini mengalami syok atau trauma masih berstatus saksi.

"Karena menurut pengakuan awal pada saat video ini dibuat yang bersangkutan (RJ) tidak mengetahui," ujar Hari.

RIA dijerat Pasal 45 ayat 1 jo Pasal 27 ayat 1 undang-undang tentang Informasi dan Transaksi Elektroni (ITE) dan atau Pasal 14 ayat 1 dan Pasal 15 UU no 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana.

Dengan ancaman hukuman penjara penjara paling lama enam tahun dan atau denda paling banyak Rp. 2 miliar.

"Kasus dugaan tindak pidana pornografi yang diunggah ke media sosial," katanya.



(Tribunjabar.id)

PNS JABAR Mesum Video Mesum PNS Jabar Purwakarta Video Hot foto Hot Video Mesum PNS BKD Jabar ASN JABAR Mesum Pihak Sekolah Video Mesum BKD Jabar



Related Post



Loading...

Comment