Advertisement

Kamis, 8 November 2018 18:13 WIB

Strategi pemerintah kurangi jumlah pengangguran dari lulusan SMK

Malda —Hot News
Strategi pemerintah kurangi jumlah pengangguran dari lulusan SMK

Terasjabar.id- Pemerintah Jokowi-JK tengah berupaya menekan jumlah tingkat pengangguran di Indonesia. Tercatat jumlah pengangguran yang dilaporkan Badan Pusat Statistik (BPS) pada Agustus 2018 berkurang sebanyak 40.000 jiwa. Hal ini sejalan dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) yang turun menjadi 5,34 persen pada Agustus 2018.

Lalu bagaimana upaya yang dilakukan pemerintah dalam menjaga tingkat pengangguran dari lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)?

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan, untuk menekan angka pengangguran di Tanah Air khususnya pada lulusan SMK, pihaknya sudah menyiapkan beberapa strategi. Salah satunya yakni dengan meningkatkan kualitas belajar mengajar.

Muhadjir mengatakan, Dengan kualitas pembelajaran yang baik maka siswa akan memperoleh keterampilan dasar, kemampuan untuk berpikir kritis. Selain itu siswa juga akan memahmi nilai-nilai dan karakter untuk menjadi warga yang produktif dan pembelajar.

"Kemudian, kedua, upaya percepatan melalui penargetan dan strategi kompensasi kepada anak-anak miskin untuk mengurangi ketimpangan akses ke pendidikan yang berkualitas di daerah secara sistematik, sehingga mewujudkan masyarakat yang sejahtera, adil, dan harmonis," kata Muhadjir dalam diskusi Forum Meredeka Barat mengenai Pengurangan Pengangguran, di Kantor Bappenas, Jakarta, Kamis (7/11).

Strategi selanjutnya, dengan memperkuat pelatihan vokasi dan life skill di semua tingkat. Ini dilakukan untuk mengembangkan angkatan kerja yang fleksibel dan terlatih dengan atribut personal, keterampilan dasar, dan kompetensi TIK. Sehingga vokasi yang dicananhkan para lulusan SMK siap kerja mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan nasional.

Di sisi lain, upaya pengembangan visi dan pola pikir guru dan tenaga pendidik, juga menjadi penting guna menuju peningkatan kualitas pendidikan yang kreatif dan berkesinambungan. Kemudian stragi lain yakni dengan mewujudkan pemeritah yang terintegrasi untuk peningkatan capaian pendidikan.

"Sedangkan strategi terakhir adalah merintis kemitraan baru dengan penyelenggara pendidikan, baik perusahaan publik maupun swasta untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui kinerja berbasis pembiayaan dan akuntabilitas yang lebih baik," pungkasnya.

Sebelumnya, Muhadjir menyebut secara prosentase tingkat pengangguran terbuka pun terus menurun bagi lulusan SMK. Tercatat, kata dia, jika pada 2016 sebesar 9,84 persen, pada 2018 menjadi 8,92 persen. "SMK merupakan tingkat pendidikan yang persentase penurunan pengangguran terbukanya selalu turun setiap tahunnya," ujarnya.

Capaian tersebut, tentu saja tidak terlepas dari kuatnya komitmen pemerintah untuk mengurangi pengangguran. Termasuk, kata dia melalui Intruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2016 Tentang Revitalisasi SMK dalam Rangka Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Sumber Daya Manusia Indonesia.

(Nada/Sumber:Merdeka.com)

Strategi Pengangguran SMK



Related Post



Comment