Advertisement

Kamis, 8 November 2018 17:15 WIB

Cerita Pasutri yang Kendalikan Bisnis Liquid Vape Rasa Narkoba dari Penjara

Dea —Hot News
 Cerita Pasutri yang Kendalikan Bisnis Liquid Vape Rasa Narkoba dari Penjara

Terasjabar.id - Polisi berhasil meringkus sebanyak 18 peracik sekaligus pengendar liquid vape atau rokok elektrik rasa narkoba. Dua diantara pasangan suami isteri berinisial DW dan TY yang juga seorang narapidana di Rutan Cipinang, Jawa Timur.

Pelaku TY selaku suami menceritakan awal mula membangun bisnis terselubung tersebut hingga melibatkan sang istri. Mulanya ia kenal ganja sejak masih duduk di bangku SMP dan berkembang hingga akhirnya mahir membuat ekstrak ganja dan dijual.

Hasil penjualan ekstrak ganja itu digunakan untuk menutupi kebutuhan hidup sehari-hari, sekaligus membuat TY dipenjara. Di balik penjara, TY masih mengendalikan dan mengembangkan bisnis haramnya, dari ekstrak ganja kini merambah ke liquid vape rasa narkoba.

"Belajarnya dari artikel-artikel, di internet kan banyak, akun sosmed kan juga banyak, jadi saya pelajari banyak hal dari situ saya catat, saya praktek," katanya di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (8/11/2018).

Bisnisnya TY itu berkembang dan dijalankan oleh rekan-rekannya di bawah kendalinya. Kini memiliki laboratorium khusus disebuah rumah kontrakan di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, memproduksi liquid vape rasa narkoba dengan aneka rasa.

Hasil produksinya dijual secara vulgar melalui media sosial, barang akan diantarkan ke alamat pembeli menggunakan jasa layanan ojek online atas kendali tersangka berinisial BR.

"Kalau saya jujur, setelah produksi saya oper ke saudara BR. Nah BR yang tahu, saya cuma pelajari produksinya saja sama pantau produksinya," imbuhnya.

Soal keterlibatan sang Istri, TY menjelaskan, sebenarnya DW tidak terlibat jauh dalam bisnis liquid vape rasa narkoba itu, ia hanya sebatas dimintai tolong untuk mentransfer uang ke beberapa orang saat TY bertransaksi dengan orang lain.

"Kalau dibilang mengetahui atau engga ya semua yang di posisi seperti saya pasti mengetahui, itu sebatas dia patuh kepada saya, sebagai istri saya saja," katanya.

Penjelasan TY itu diamini oleh DW selaku istrinya, ia mengaku tidak banyak tahu tentang bisnis yang dikendalikan suaminya dibalik penjara. Sebagai seorang istri harus patuh dan taat pada perintah suaminya, ia tidak pernah menanyakan soal transaksi itu.

"Enggak tahu (transfer untuk apa), gini ya sebagai istri disuruh sama suami gitu kan kalau enggak dilakuin dia marah. Saya sudah berapa kali bilang untuk stop apa segala macem karena keluarga yang kena imbas," tuturnya.

(Sasa/Sumber:Okezone.com)





Related Post



Comment