Advertisement

Kamis, 8 November 2018 16:44 WIB

2 BUMN gandeng perusahaan Amerika kembangkan produk batu bara RI

Malda —Teras Bisnis
2 BUMN gandeng perusahaan Amerika kembangkan produk batu bara RI

Terasjabar.id- PT Bukit Asam Tbk (PTBA) bersama dengan PT Pertamina (Persero) dan Perusahaan Gas Industri Amerika Serikat (AS), Air Products and Chemicals Inc, menandatangani kerja sama untuk gasifikasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME) dan synthetic natural gas (SNG).

Penandatanganan ini dilakukan oleh Direktur Utama PTBA Arviyan Arifin, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, Chairman, President & CEO Air Products Seifi Ghasemi, dan disaksikan Menteri BUMN Republik Indonesia Rini Soemarno.

Rencana usaha gasifikasi batubara ini akan berlokasi di Mulut Tambang Batubara Peranap, Riau. Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menegaskan, kerja sama Pertamina dengan Bukit Asam serta Air Products adalah langkah strategis bagi semua pihak untuk meningkatkan ketahanan, dan kedaulatan energi nasional, melalui pemanfaatan DME dan SNG.

"Sekitar 70 persen LPG masih diimpor, tahun 2017 Indonesia mengonsumsi tidak kurang dari 7 juta ton LPG. Pabrik gasifikasi batu bara ini adalah proyek yang sangat strategis secara nasional," kata Nicke melalui keterangan resminya, Kamis (8/11).

Nicke menambahkan, kerja sama dengan PTBA dilakukan guna mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam nasional. "Pertamina dan PTBA merupakan dua perusahaan BUMN besar di Tanah Air. Sejalan dengan hal tersebut, kerjasama ini mencerminkan pemanfaatan energi dari dalam negeri untuk masyarakat Indonesia," jelasnya.

Direktur Utama PTBA Arviyan Arifin mengungkapkan, hilirisasi yang dilakukan Perseroan itu diperkuat dengan sumber daya batu bara sebesar 8,3 miliar ton dan cadangan batu bara sebesar 3,3 miliar ton. Adapun salah satu produk hasil hilirisasi batu bara ini adalah DME, yang ditujukan sebagai substitusi LPG.

Sementara itu, Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan Indonesia harus terus mengembangkan industri hilirisasi batu bara, bukan hanya dalam mengurangi impor tetapi juga upaya untuk mengembangkan ekspor batu bara RI ke pasar luar negeri.

Pabrik gasifikasi di Peranap ini diharapkan dapat mulai beroperasi pada tahun 2022. Kapasitas pabrik yang akan didirikan dengan kapasitas 400 ribu ton DME per tahun, dan 50 mmscfd SNG.

(Nada/Sumber:Liputan6.com)

BUMN Perusahaan Batu bara



Related Post



Comment