Advertisement

Kamis, 8 November 2018 08:39 WIB

Bawaslu Kota Cimahi Temukan Ratusan Data Pemilih Ganda Untuk Pemilu 2019

Epenz —Teras Cimahi
Bawaslu Kota Cimahi Temukan Ratusan Data Pemilih Ganda Untuk Pemilu 2019

Terasjabar.id - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Cimahi menemukan sebanyak 673 data pemilih ganda dalam Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DTPHP) untuk Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.


Koordinator Divisi Pengawasan Hubungan Masyarakat dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Kota Cimahi, Ahmad Yasin, mengatakan, data ganda tersebut diketahui setelah melakukan pengecekan Data Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019 yang ditetapkan saat pleno sebanyak 374.645 orang, terdiri dari 185.521 pemilih laki-laki dan 189.114 pemilih perempuan.


"Setelah dicermati muncul data pemilih ganda tersebut. Data pemilih ganda masih muncul sebanyak 673 orang di DPTHP 1," ujarnya saat ditemui dikantornya Jalan Sangkuriang, Kota Cimahi, Selasa (6/11/2018).


Atas hal tersebut, pihaknya merekomendasikan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cimahi agar permasalahan tersebut segera diselesaikan sehingga pada saat pelaksanaan data pemilih sudah selesai.


Ia mengatakan, contoh kasus pemilih ganda misalnya satu nama identik memiliki nomor NIK sama tapi dua alamat berdomisili yang berbeda.


"Harusnya diambil data kependudukan terbaru dan data lama dihapus. Kami juga konsentrasi pada perbaikan data pemilih tersebut," katanya.


Mulai 10 November 2018, pihaknya akan melakukan pleno sinkronisasi data pemilih mulai dari tingkat panitia pemungutan suara (PPS) dan panitia pemilihan kecamatan (PPK) hingga 15 November 2018 mendatang.


Hal tersebut dilakukan karena pihaknya tak ingin di Kota Cimahi tada data ganda, apalagi jumlah tersebut lebih sedikit dibanding daerah lain dan pemilih yang memenuhi syarat tetapi belum terdaftar harus terakomodir.


Menurut dia, penyebab data pemilih ganda bisa jadi data pada pelaksanaan pilkada sebelumnya muncul kembali disamping kurang cermat pada proses verifikasi.


"Misal data pemilih ganda pada Pilgub muncul lagi ditambah yang baru, akhirnya tidak beres-beres. KPU perlu meningkatkan kecermatan dalam pemilahan pemilih ganda ini," kata Ahmad.


(Hadidena/Sumber: Tribun Jabar)





Related Post



Comment