Advertisement

Sejak Layanan Peserta BPJS Dibuka, Kunjungan Pasien di RSUD Cikalongwetan Melonjak

S.N.A 8 11 18 Teras KBB
Sejak Layanan Peserta BPJS Dibuka, Kunjungan Pasien di RSUD Cikalongwetan Melonjak

Terasjabar.id - Sejak dibuka layanan bagi peserta BPJS Kesehatan awal Oktober lalu, kunjungan pasien ke RSUD Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat melonjak hingga 53 persen. Namun saat ini, ruang perawatan masih minim lantaran pelayanan di RSUD tersebut baru tersedia untuk kelas III.

Direktur RSUD Cikalongwetan Ridwan Putra Abdullah mengungkapkan, dalam sebulan terakhir jumlah kunjungan sekitar 1.300 pasien, meningkat 700 orang dari bulan sebelumnya.

"Sebanyak 90 persen pasien memang peserta BPJS," ujar Ridwan di RSUD Cikalongwetan, Rabu 7 November 2018.

Dia menuturkan, sebagian besar pasien tersebut berasal dari Bandung Barat. Sejauh ini, semua pasien tersebut bisa ditangani oleh petugas rumah sakit.

Pelayanan yang tersedia saat ini baru untuk kelas III. Dengan demikian, pihaknya belum bisa melayani pasien di kelas II, I, VIP, dan VVIP.

"Jadi, bagi pasien BPJS kelas II pun kami rawat di kelas III, itu pun dengan persetujuan pasien," katanya.

Dia mengakui, pelayanan di RSUD Cikalongwetan belum optimal lantaran masih kekurangan SDM serta sarana dan prasarana. Untuk SDM, saat ini baru tersedia sekitar 250 orang dari kebutuhan 360 orang.

Agar pelayanan optimal, ia pun mengusulkan anggaran Rp 2,5 miliar untuk melengkapi sarana dan prasarana serta SDM tersebut.

"Nilai tersebut termasuk untuk menambah jumlah tempat tidur menjadi 150 unit, yang sekarang baru 50 unit," katanya.

Secara keseluruhan, biaya operasional RSUD Cikalongwetan tahun ini sekitar Rp 13 miliar. Namun pada 2019 nanti, diusulkan tambahan biaya operasional menjadi Rp 24 miliar sesuai dengan kebutuhan kelengkapan sarana, prasarana, dan SDM.

Meski personel masih terbatas, Ridwan menegaskan, petugas medis di RSUD Cikalongwetan saat ini masih bisa menangani semua pasien yang datang. Dengan demikian, ia memastikan tidak ada pasien yang ditolak.

"Semua pasien yang datang kami layani, tidak dibeda-bedakan," ucapnya.

Seperti diketahui, RSUD Cikalongwetan telah menandatangani nota kesepahaman dengan BPJS Kesehatan Cabang Cimahi. Setelah penandatanganan ini, RSUD melayani pasien peserta BPJS Kesehatan terhitung sejak 1 Oktober 2018.

Sebelum pelayanan ini dibuka, banyak pasien asal Bandung Barat yang dirujuk ke RS di daerah lain, seperti RS Cibabat di Cimahi dan RSHS di Bandung. Kini, masyarakat Bandung Barat yang memiliki BPJS Kesehatan bisa dirujuk ke RSUD Cikalongwetan.

(Sari/Sumber : Pikiran Rakyat)

Related Post

Comment