Advertisement

Menyusuri Area PKL Cicadas Sebelum Dipermak Pemkot Bandung

S.N.A 7 11 18 Teras Bandung
Menyusuri Area PKL Cicadas Sebelum Dipermak Pemkot Bandung

Terasjabar.id - Dalam waktu dekat Pemkot Bandung akan memermak kawasan pedagang kaki lima (PKL) di Cicadas. Penataan diharapkan bisa mengubah kesan kumuh sehingga kawasan ini menjadi destinasi wisata baru, khususnya bagian timur Bandung.

Sebelum nantinya ditata, detikcom mencoba menyusuri area lokasi PKL Cicadas di sepanjang Jalan Ahmad Yani (Cicadas). Penelusuran dimulai dari titik awal Jalan Tekstil. Di tempat ini tersedia lahan parkir legal yang posisinya berada di bahu jalan.


Di titik awal ini PKL tidak terlalu banyak, bahkan beberapa kios yang berwarna biru kosong dan hanya menyisakan terpal dan plastik untuk melindungi kios dari hujan. Di tempat ini, kebanyakan PKL bergerak dalam bidang jasa, antara lain tambal ban dan potong rambut.

Sekitar 100 meter berjalan, barulah terlihat geliat aktivitas PKL. Kondisi kios yang semula terlihat tak berpenghuni mulai ramai dengan bermacam barang dagangan. Produk jualan dipamerkan dengan cara digantung dan dihamparkan.

Begini Kondisi PKL Cicadas Sebelum Ditata Pemkot Bandung

Kami mencoba transaksi membeli satu set kunci variasi dengan pedagang perkakas. Awalnya pedagang membuka harga Rp 55 ribu untuk satu set berisi sembilan jenis kunci. Setelah tawar menawar, akhirnya disepakati harga Rp 45 ribu. Rupanya harga, jenis dan merek barang ini sama dengan yang dijual di toko online.

Penelusuran kembali berlanjut. Sejauh 100 meter melangkah, kondisi lapak atau kios pedagang semakin ramai. Hampir semua PKL di titik ini menjual aneka sandang, mulai dari kaus, kemeja, pakaian dalam hingga seragam sekolah. Mereka menggantungkan barang jualan secara tak beraturan sehingga kerap tersenggol tubuh pejalan.


Semakin jauh penelusuran, makin sempit juga akses jalan yang dilintasi. Sebab para pedagang semakin ramai dan posisinya saling berhadapan. Hal itu membuat akses pejalan kaki hanya nyaman dilewati oleh satu orang. Belum lagi sejumlah tiang listrik di tengah trotoar yang membuat jalur menyempit.

Begini Kondisi PKL Cicadas Sebelum Ditata Pemkot Bandung

Bukan hanya itu, posisi pedagang yang saling berhadapan menjadikan tempat tersebut gelap. Tidak ada cahaya matahari yang masuk karena terhalang terpal dan plastik yang melintang sebagai tempat berlindung PKL. PKL memanfaatkan lampu listrik sebagai penerangan.

Sama halnya dengan titik awal, detikcom kembali transaksi dengan pedagang kaus kaki. Harga yang dijualnya terbilang murah. Tiga pasang kaus kaki dengan kualitas baik bisa ditawar hingga Rp 15 ribu.

Di titik akhir atau seberang Pos Polisi Cicadas, akses jalan semakin mengecil. Bahkan, pejalan kaki harus saling menunggu kala berpapasan. Hal itu diperparah saat berada di area lapak penjual DVD dan aneka buah. Trotoar di tempat ini sama sekali tanpa akses, sehingga pejalan kaki terpaksa berjalan di bahu jalan. Akibatnya di titik ini kerap terjadi antrean kendaraan.

Begini Kondisi PKL Cicadas Sebelum Ditata Pemkot Bandung

Saat ini PKL Cicadas bernaung dalam Forum PKL Cicadas yang dikomandoi Suherman. Dari data dimiliki Suherman, jumlah PKL dari Jalan Tekstil hingga hingga persimpangan Cikutra berjumlah 602 orang. Mereka berjualan setiap hari mulai pukul 8.00 WIB hingga 22.00 WIB.

Secara umum para pedagang menilai positif rencana Pemkot Bandung melaksanakan penataan. Hanya saja masih ada beberapa hal yang memberatkan bagi pedagang di antaranya tidak ada tempat stok barang dan tenda bersifat bongkar pasang tidak permanen.

Oded M Danial-Yana Mulyana diharapkan dapat menuntaskan problematik PKL Cicadas yang bergulir sejak era pemerintahan Dada Rosada.

Tenda biru PKL Cicadas Bandung

Related Post

Comment