Advertisement

Mulut Perempuan di China Ini Tak Bisa Ditutup Setelah Tertawa Terbahak-bahak

Mulut Perempuan di China Ini Tak Bisa Ditutup Setelah Tertawa Terbahak-bahak
Dokter Luo Wensheng menangani pasien yang tak bisa menutup mulutnya setelah tertawa (Foto: Guancha)
Editor: Irman Aryagung Teras Health —Jumat, 13 September 2019 08:29 WIB

Terasjabar.id – Tertawa bisa menyehatkan, tapi jika berlebihan tentunya tidak baik. Hal ini terjadi di China, seorang perempuan tak bisa menutup lagi mulutnya setelah tertawa terbahak-bahak.

Perempuan yang tak disebutkan identitasnya itu tertawa terbahak-bahak saat bercanda dengan temannya di kereta yang sedang berhenti di Stasiun Guangzhou, Provinsi Guangdong, pada Minggu (8/9/2019).

Menurut laporan Guancha News, korban ditangani oleh dokter yang kebetulan juga salah satu penumpang kereta.

Dokter bernama Luo Wensheng yang bertugas di RS Liwan itu mengetahui ada orang yang membutuhkan bantuannya setelah diumumkan melalui pengeras di kereta.

"Saya bergegas dan mendapati penumpang yang tidak dapat berbicara atau menutup mulutnya. Dia mengeluarkan ludah, jadi pada awalnya saya mengira dia mengalami stroke," kata Wensheng.

Saat itu dia memeriksa tekanan darah korban sambil mengajukan beberapa pertanyaan. Dari pergerakan mulut korban, Wensheng mengetahui perempuan itu mengalami pergeseran rahang.

Posisi rahang pasien bergeser saat dia tertawa terbahak-bahak atau ketika mulutnya membuka lebar-lebar.

Wengsheng mencoba mengembalikan posisi rahang korban secara manual. Pada percobaan pertama, dia gagal, namun kemudian posisi rahang bisa diperbaiki pada percobaan kedua.

"Saya melakukannya, untungnya mulutnya bisa kembali normal," katanya.

Korban menyampaikan ternyata ini kali kedua dia mengalami kejadian serupa. Sebelumnya saat muntah akibat hamil rahangnya juga tak kembali ke posisi semula.

 

 

 

(iNews.id)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Mulut Perempuan di China Tertawa


Related Post



Loading...