Advertisement

Kamis, 12 September 2019 17:39 WIB

BJ Habibie Alumnus Terbaik SMAK Dago Bandung, Bekas Ruang Kelasnya Kini Ditumbuhi Rumput Liar

Malda —Life Style
 BJ Habibie Alumnus Terbaik SMAK Dago Bandung, Bekas Ruang Kelasnya Kini Ditumbuhi Rumput Liar

Terasjabar.id - Bendera setengah tiang berkibar di depan Sekolah Menengah Atas Kristen (SMAK) Dago, Kota Bandung, Kamis (12/9/2019) siang.

Bendera setengah tiang itu merupakan simbol belasungkawa atas meninggalnya Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie, pada Rabu (11/9/2019) petang.

Sekolah tersebut memiliki ikatan sejarah dan emosional tersendiri dengan Presiden RI ke-3 tersebut.

Sekolah yang berada tidak jauh dari kampus Institut Teknologi Bandung (ITB) itu diketahui menjadi tempat Habibie mengeyam pendidikan sekolah menengah atas.

Dengan demikian sepeninggalnya bapak teknologi tersebut, SMAK Dago merasakan kesedihan yang mendalam.

Rasa sedih itu disampaikan oleh Kepala SMAK Dago Bandung, Rosmian Simorangkir saat ditemui di SMAK Dago, Jalan Ciungwanara, Coblong, Bandung, Kamis (12/9/2019) siang.

"Ya sangat sedih lah ya, karena kami tahu Pak Habibie adalah alumnus terbaik SMAK Dago. Bahkan bukan hanya di SMAK Dago saja, tapi juga anak bangsa seluruh Indonesia," kata Rosmian menjelaskan.

Rosmian menilai bahwa Habibie adalah sosok yang sangat nasionalis sejak remaja.

Terbukti meski dia bersekolah di sekolah Kristen tapi dia tetap bisa berteman dengan banyak temannya di sekolah karena menghargai perbedaan.

Bahkan menurut dia, saat pelajaran agama di SMAK Dago, Habibie tetap tinggal di kelas, bukan untuk pindah agama tapi sebagai bentuk menghargai perbedaan.

Kehadiran BJ Habibie sebagai tokoh bangsa dan di pemerintahan bangsa ini adalah tonggak sejarah mulainya reformasi di Indonesia.

"Sifat dan sikapnya sangat menjunjung tinggi nasionalisme yang kemajemukan. Yang saya liat lagi Pak Habibie ini seorang teknokrat," ujarnya.

Kepala SMAK Dago Bandung, Rosmian Simorangkir saat menunjukkan lokasi bekas ruang kelas BJ Habibie di SMAK Dago, Bandung yang kini ditumbuhi rumput liar
Kepala SMAK Dago Bandung, Rosmian Simorangkir saat menunjukkan lokasi bekas ruang kelas BJ Habibie di SMAK Dago, Bandung yang kini ditumbuhi rumput liar (tribunjabar/haryanto)

Sosok yang sangat bersahaja meski telah menjadi tokoh bangsa itu diharapkan hadir kembali dari lulusan SMAK Dago.

Rosmian berharap ada penerusan dari SMAK Dago yang mengikuti rekam jejak Habibie dengan segala kesuksesannya.

Harapan besar itu tetap dipegangnya meski perubahan drastis dialami oleh SMAK Dago saat ini.

Sebab menurut dia, meski kini SMAK Dago hampir dilupakan oleh masyarakat, proses belajar mengajarnya tetap bisa menghasilkan siswa yang berkualitas.

"Harapannya ke depan para siswa lulusan SMAK Dago bisa muncul menjadi Habibie-Habibie baru di masa depan," ujarnya.

Rosmian menceritakan sekitar empat tahun lalu, Habibie sempat mengunjungi SMAK Dago untuk bernostalgia mengenang masa sekolah.

Saat berkunjung sekitar tahun 2015, tanpa adanya pemberitahuan sebelumnya, Habibie dituntun turun dari mobilnya dan berkeliling gedung sekolah yang saat itu sudah tampak rusak dan kurang terpelihara.

Kondisi itu disebabkan adanya sengketa lahan gedung sekolah tersebut hingga mengakibatkan proses belajar mengajar terganggu.

Saat kunjungannya yang tiba-tiba itu, Rosmian mengatakan bahwa Habibie mengaku sedih atas kondisi yang dialami oleh SMA-nya.

Dia pun menunjukkan lokasi bekas ruang kelas Habibie yang saat ini telah rata dengan tanah dan dipenuhi rumput liar.

"Saya sempat menuntun Pak Habibie masuk ke bekas kelasnya saat sekolah. Dia merasa sedih melihat SMAK Dago (kondisinya) seperti ini. Pesan beliau terakhir saat kes ini 'tolonglah SMAK Dago jangan sampai dihancurkan. SMAK Dago harus tetap eksis, jangan sampai jangan dirusak pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab' begitu kata beliau," katanya mengutip kata-kata Habibie saat datang ke SMAK Dago.

Piano yang pernah digunakan oleh BJ Habibie saat bersekolah di SMAK Dago Kota Bandung
Piano yang pernah digunakan oleh BJ Habibie saat bersekolah di SMAK Dago Kota Bandung (tribunjabar/haryanto)

Saat berkeliling sekolahnya itu, Habibie pun sempat menceritakan bahwa saat sekolah dirinya sering tampil di aula sekolah yang besar.

Berpentas seni di aula milik sekolah menjadi salah satu kenangan yang masih diingat oleh Habibie saat itu.

Rosmian pun sempat memperlihatkan sejumlah alat musik yang digunakan oleh BJ Habibie saat berpentas seni itu.

Angklung dan piano masih tersimpan di gedung baru sekolah yang besarnya jauh berbeda dengan gedung sekolah sebelumnya.

"Ini angklung yang pasti pernah digunakan pada masa Pak Habibie sekolah disini ya, termasuk piano tua ini juga. Menurut ceritanya dulu Pak Habibie sangat senang dan sering tampil-tampil di aula sekolah," ucap Rosmian sembari memperlihatkan angklungnya.


(Tribunjabar.id)

BJ Habibie BJ Habibie Wafat BJ Habibie Meninggal Jokowi Pemakaman BJ Habibie Negarawan Sejati Alumnus Terbaik SMAK Dago Bandung



Related Post



Comment