Advertisement

Kamis, 12 September 2019 16:59 WIB

UPDATE KECELAKAAN CIPULARANG - Sempat Dikira Hilang, Guru di Bekasi Ternyata Korban Kecelakaan Tol Cipularang

Malda —Hot News
UPDATE KECELAKAAN CIPULARANG - Sempat Dikira Hilang, Guru di Bekasi Ternyata Korban Kecelakaan Tol Cipularang

Terasjabar.id - UPDATE KECELAKAAN CIPULARANG - Sempat Dikira Hilang, Guru di Bekasi Ternyata Korban Kecelakaan Tol Cipularang Umayah Ulfah (25), warga Perumahan warga Villa Mas Garden, Kelurahan Perwira, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, sempat dikabarkan hilang.

Wanita yang diketahui berprofesi sebagai guru ini rupanya menjadi salah satu korban kecelakaan maut di Tol Purbaleunyi atau Cipularang yang terjadi pada, Senin (2/9/2019) lalu.

Jasad Umayah bersama empat tiga orang lainnya yakni, Khansa Athira (23) warga Jakarta, Nailisma (22) warga Depok dan Lela Yuliantika (45) warga Bandung, baru berhasil teridentifikasi oleh pihak Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta, hari ini, Kamis (12/9/2019).

Pantauan TribunJakarta.com di kediaman Umayah, samak saudara dan warga sekitar ramai mendatangi rumah duka.

Suasana haru langsung pecah ketika jenazah tiba sekitar pukul 15.25 WIB.

Umayah Ulfah (25) korban kecelakaan maut di Tol Purbaleunyi atau Cipularang saat hendak dimakamkan di TPU Perwira Bekasi. Kamis (12/9/2019).
Umayah Ulfah (25) korban kecelakaan maut di Tol Purbaleunyi atau Cipularang saat hendak dimakamkan di TPU Perwira Bekasi. Kamis (12/9/2019). (TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR)

Beberapa kerabat nampak menangis haru, warga sekitar juga langsung mengucapkan kalimat tahlil sambil mengiringi peti jenazah yang dikeluarkan dari mobil.

Nina tetangga korban mengatakan, Umayah sempat dikabarkan hilang, pihak keluarga juga beberapa kali berusaha mecari tahu keberadaan wanita berusia 25 tahun tersebut.

"Kabarnya hilang enggak ada kabar, sampai keluarga buat pengumuman, sama sekali enggak tahu kalau jadi korban kecelakaan," kata Nina.

Kabar terakhir yang diterima warga ketika itu, Umayah izin pergi kepada keluarga untuk menginap di rumah temannya di kawasan Depok, Jawa Barat.
Namun sejak saat itu, keluarga kehilangan kontak dan baru diketahui hari ini setelah pihak RS Polri berhasil melakukan identifikasi.

"Kata keluarganya mau pergi ke rumah teman, enggak nyangka kalau ternyata Umayah jadi korban kecelakaan," jelas dia.

Adapun setelah tiba di rumah duka, jenazah langsung di salatkan di masjid sekitar komplek. Umayah oleh pihak keluarga juga langsung dikebumikan di TPU Perwira Bekasi.

Jemput Jenazah Korban Kecelakaan Cipularang, Keluarga Menangis di RS Polri Kramat Jati

Keluarga korban kecelakaan Tol Cipularang saat menatap peti jenazah di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (11/9/2019)
Keluarga korban kecelakaan Tol Cipularang saat menatap peti jenazah di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (11/9/2019) (TribunJakarta/Bima Putra)

Isak tangis keluarga empat korban kecelakaan Tol Cipularang KM 91 mengiringi proses penyerahan jenazah yang berhasil diidentifikasi Tim Disaster Victims Identification (DVI) RS Polri Kramat Jati.

Meski penyerahan jenazah yang dilakukan depan ruang instalasi forensik dimulai pukul 14.00 WIB, pihak keluarga dan kerabat sudah tiba di RS Polri beberapa jam sebelumnya.

Ketika peti jenazah yang ditempeli kertas bertuliskan nama korban dibawa keluar ruang instalasi forensik sekira pukul 14.24 WIB, isak tangis keluarga seketika pecah.

Mata mereka sepenuhnya tertuju pada keempat peti jenazah yang akan segera dibawa ke rumah duka lalu dikebumikan di tempat yang sudah disiapkan.

Saat nama anggota keluarga diumumkan melalui speaker telah teridentifikasi, isak tangis keluarga dan sahabat yang hadir kian kencang.

"Ya Allah, kuatkan hamba ya Allah," kata seorang anggota keluarga saat mendengar jenazah diserahkan di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (12/9/2019).

Di tengah duka yang menyelimuti, pihak keluarga menyempatkan berterima kasih kepada Tim DVI RS Polri yang sudah mengidentifikasi keempat korban.

Sejumlah pihak keluarga tampak berjabat dengan anggota Tim DVI yang berupaya mengidentifikasi keempat jasad sejak Selasa (2/9/2019).

"Makasih banyak pak, kami sudah dibantu. Sekarang kami bisa memakamkan," ujar satu keluarga kepada dokter RS Polri Kramat Jati.

Keempat jenazah resmi teridentifikasi setelah Tim DVI RS Polri Kramat Jati menggelar rapat rekonsiliasi hasil pemeriksaan DNA tadi pagi.

Keempat jenazah yakni Khansa Athira (23) warga Jakarta Pusat, Nailisma (22), warga Parung, Depok, Lela Yuliantika (45) warga Bandung, Umayah Bandung (25) warga Kota Bekasi.

Rumah Sakit Polri Serahkan 4 Jenazah Korban Kecelakaan Tol Cipularang

Tim DVI RS Polri Kramat Jati berhasil identifikasi 4 jenazah korban kecelakaan
Tim DVI RS Polri Kramat Jati berhasil identifikasi 4 jenazah korban kecelakaan (TribunJakarta.com/Bima Putra)

Tim Disaster Victims Identification (DVI) RS Polri Kramat Jati berhasil mengidentifikasi empat jenazah korban kecelakaan Tol Cipularang Km 91.

Keempat jenazah yakni Khansa Athira (23) warga Jakarta Pusat, Nailisma (22), warga Parung, Depok, Lela Yuliantika (45) warga Bandung, Umayah Bandung (25) warga Kota Bekasi.

Kepala Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati Kombes Edy Purnomo mengatakan keempatnya teridentifikasi tadi pagi setelah Tim DVI menggelar rapat rekonsiliasi.

"Tadi malam hasil pemeriksaan DNA keluar, pagi tadi kami melakukan rekonsiliasi untuk menyatakan bahwa telah teridentifikasi," kata Edy di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (12/9/2019).

Penyerahan empat jenazah kepada pihak keluarga berlangsung di depan ruang instalasi forensik sekira pukul 14.00 WIB.

Penyerahan empat peti jenazah diikuti penyerahan dokumen hasil identifikasi terbungkus map yang diberikan kepada masing-masing pihak keluarga.

"Keluarga Khansa dan Lela menyerahkan data antemortem (data sebelum kematian) di RS Thamrin Purwakarta. Sedangkan Nailisma dan Umayah menyerahkan data antemortem di RS Polri," ujarnya.

Setelah diserahkan, keempat jenazah dibawa pihak keluarga masing-masing untuk selanjutnya dimakamkan di tempat yang telah disiapkan.

Jenazah Khansa yang dimakamkan di TPU Penggilingan sekira pukul 15.30 WIB terakhir meninggalkan RS Polri Kramat Jati.

2 Korban Kecelakaan Tol Cipularang Merupakan Senior dan Junior di Pesantren

Umayah (jilbab hitam) dan Nailisma (jilbab abu-abu) saat berfoto bersama semasa hidup, Kamis (12/9/2019)
Umayah (jilbab hitam) dan Nailisma (jilbab abu-abu) saat berfoto bersama semasa hidup, Kamis (12/9/2019) (TribunJakarta/Bima Putra)

Dua dari empat jenazah korban kecelakaan Tol Cipularang KM 91 teridentifikasi atas nama Umayah Ulfah dan Nailisma yang menaiki mobil Daihatsu Ayla berpelat B 1268 AYQ.

Idzofi (54), tetangga orang tua Umayah mengatakan Umayah yang berprofesi jadi guru Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi memang bersahabat dengan Nailisma.

"Mereka sahabat, Umayah guru di MAN 1. Pas kejadian itu mereka ke Bandung untuk liburan sekaligus jenguk teman dan juniornya di Pesantren. Mereka lulusan sana," kata Idzofi di RS Polri Kramat Jati, Kamis (12/9/2019).

Umayah yang tercatat sebagai warga Bekasi dan Nailisma yang tercatat warga Parung, Kabupaten Bogor bertolak ke Bandung pada Minggu (1/9/2019).

Idzofi menuturkan keduanya berangkat dari Depok menggunakan mobil rental dan mengalami kecelakaan di perjalanan pulang di Tol Cipularang KM 91.

"Umayah sama Nailisma saling kenal sejak di Pesantren, jadi senior dan junior. Umayah terakhir komunikasi sama orang tua enggak lama sebelum kejadian, sekitar jam 9 atau 10 siang," ujarnya.

Lantaran Umayah dan Nailisma sama-sama lulusan Pesantren Daar El Qolam Gintung Jayanti, Kabupaten Tangerang kedua orang tua mereka saling kenal.

Idzofi menyebut orang tua Umayah melapor ke RS Polri Kramat Jati pada Sabtu (7/9/2019) lantaran tak kunjung mendapat kabar dari anaknya.

"Orang tuanya mulai merasa enggak nyaman tanggal 5. Pihak keluarga baru tahu kalau sudah diidentifikasi tadi pagi, sekira pukul 06.00 WIB," tuturnya.

Jenazah Umayah rencananya dimakamkan di TPU Perwira, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi yang sudah dipersiapkan pihak keluarga.

Namun Idzofi menyebut pihak keluarga belum dapat memastikan pukul berapa jenazah perempuan yang masih berstatus lajang itu dimakamkan.

"Untuk jamnya belum tahu, kalau hari ini sempat pasti langsung dimakamkan. Tapi orang tuanya sudah mempersiapkan pemakamannya," lanjut Idzofi.


(Tribunjakarta.com)

Tol Cipularang KM 92 Kecelakaan Beruntun polisi Bandung Jakarta Polisi KM91 Cipularang Kronologi Kecelakaan Keclakaan Maut Cipularang Sopir Truk Pasir UPDATE KECELAKAAN CIPULARANG Sempat Dikira Hilang Guru di Bekasi Ternyata Korban Kecelakaa



Related Post



Comment