Advertisement

Kamis, 12 September 2019 16:44 WIB

Cegat Truk, 71 Siswa Asal Bogor Diamankan Polisi di Banyumas

Putri Sulastri —Hot News
Cegat Truk, 71 Siswa Asal Bogor Diamankan Polisi di Banyumas
Foto: Arbi Anungrah/detikcom

Terasjabar.id- Sebanyak 71 siswa, yang satu di antaranya perempuan, dari enam sekolah di Bogor, Jawa Barat, diamankan Polres Banyumas. Mereka diamankan setelah bersitegang dengan sopir truk yang akan ditumpangi menuju Candi Borobudur di Magelang.

"Pagi sekitar pukul 7 pagi, kita mendapatkan laporan dari masyarakat di Simpang Buntu, Kecamatan Kemranjen, Banyumas. Ada sekelompok pelajar berusaha numpang ke beberapa truk di wilayah Simpang Buntu itu dengan tujuan ke Magelang, Borobudur," kata Kapolres Banyumas AKBP Bambang Yudhantara Salamun kepada wartawan di Mapolres Banyumas, Kamis (12/9/2019).

Menurut dia, saat itu sopir truk tidak mau ditumpangi oleh sekelompok siswa sekolah tersebut hingga akhirnya bersitegang dan sopir truk melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kemranjen, Banyumas.

"Sopir ini tidak mau, karena takut jumlahnya mereka banyak. Total ini ada 71 orang. Akhirnya mereka marah, sempat bersitegang tapi akhirnya sopirnya lari dan lapor ke Polsek," jelasnya.

Saat itu juga anggota polsek bersama masyarakat mengamankan mereka semua, dan dibawa untuk dilakukan pendataan. Pihak kepolisian akhirnya membawa 71 siswa dari enam sekolah di Bogor ini ke Polres Banyumas serta menghubungi pihak sekolahnya.

"Ini ada enam sekolah, kemudian kita sudah berkomunikasi dengan pihak sekolah yang ada di wilayah Bogor. Mereka tujuannya adalah berangkat ke Magelang, ke Borobudur, untuk jalan-jalan," jelasnya.

Dari enam sekolah tersebut di antaranya SMK Yatek Baru Bogor, SMK Yapis Bogor, SMK YKTB, SMK Mekanika Bogor, SMK Wijaya Kusuma Bogor, dan SMK Tridaya Bogor. Mereka baru bisa pulang ke Bogor setelah dijemput oleh pihak sekolah.

"Apabila ada orang tua yang datang hanya bisa membawa 1 orang anaknya saja. Apabila yang datang pihak sekolah, bisa ambil siswanya semua untuk didampingi ke mana tujuan berikutnya," ucapnya.

"Sampai penjemputnya datang dari pihak sekolah, guru datang, mereka akan tetap di sini (di Banyumas). Karena kita menjaga, kita mengantisipasi, jangan sampai mereka melakukan hal-hal yang tidak diinginkan," tegasnya.

Bambang mengungkapkan tujuan para siswa tersebut berangkat menuju Magelang hanya untuk jalan-jalan. Padahal saat ini bukan hari libur sekolah, dan kegiatan itu tidak diketahui sekolah dan orang tua.

"Mereka berangkat dari sana tujuannya untuk jalan-jalan, tapi ini bukan hari libur dan kegiatan ini harusnya ikatan sekolah, harusnya pihak sekolah mengetahui, tapi ternyata pihak sekolah tidak mengetahui kegiatan ini dan ini murni datangnya dari mereka sendiri," ungkap Bambang.

"Mereka sudah punya bekal masing-masing, memang persiapan untuk jalan-jalan ya. Informasinya dari mereka semua sudah saling mengumpulkan uang, Rp 150 ribu per orang, dan ada 1 perwakilan tiap sekolah," tandasnya.

Sementara itu, menurut RZ, salah satu siswa SMK Yapis, orang tuanya tahu akan kepergian dirinya menuju Yogyakarta tapi tidak tahu itu bukan acara sekolah.

"Ya sepulang sekolah langsung berangkat dari hari Selasa sore tanggal 10 September 2019 dan rencana hari Jumat sudah balik lagi," jelasnya.

Selama perjalanan dari Bogor menuju Magelang, mereka naik beberapa bus dan menumpang truk. Mereka mengkoordinasi kegiatan tersebut melalui pesan di media sosial.

"Naik bus dari Bogor turun Bandung, terus naik bus lagi turun di tol, terus naik lagi turun di Alun-alun Ciamis. Dari situ sudah tidak naik bis lagi, langsung nebeng truk terus, sekitar tiga truk," ujarnya.

"Pas di wilayah Banyumas kita hadang truk ke tengah jalan. Soalnya tidak dapat-dapat truk, jadinya kita ke tengah nyetopin. Sopirnya tidak terima terus teman saya ditarik bajunya sama sopir truknya. Sama teman mau ditonjok, tapi tidak kena," tambahnya.

Ia mengaku semuanya telah dipersiapkan oleh mereka. Rencana mereka hanya ingin berfoto-foto di Candi Borobudur Magelang.

"Jalan cuma pengin piknik, foto-foto doang. Ada tur dari sekolah. Cuma bosen, di situ-situ saja," ungkapnya.

(Detik.com)

71 Siswa Asal Bogor Diamankan Polisi di Banyumas



Related Post


 


Comment