Advertisement

Kamis, 12 September 2019 16:13 WIB

WAJIB TAHU ! Untuk Minimalisir Kecelakaan Polisi Bakal Pasang Alat Ini di Tol Cipularang

Malda —Hot News
WAJIB TAHU ! Untuk Minimalisir Kecelakaan Polisi Bakal Pasang Alat Ini di Tol Cipularang
Terasjabar.id - WAJIB TAHU ! Untuk Minimalisir Kecelakaan Polisi Bakal Pasang Alat Ini di Tol Cipularang Pihak kepolisian bakal memasang alat Weight In Motion (WIM) atau pengukur bobot kendaraan dalam keadaan bergerak di ruas Jalan Tol Cipularang. 

Hal tersebut sebagai upaya meminimalisir tingkat kecelakaan di ruas jalan tol tersebut, khususnya di KM 120 sebelum kendaraan lewat dan melintas di KM 90 sampai KM 97 yang dikenal rawan kecelakaan. 

Kanit I PJR Dirlantas Polda Jabar Iptu Otong Rustandi, mengatakan alat WIM tersebut akan dipasang di bawah jembatan sehingga bisa diketahui jika ada kendaraan yang membawa bobot berlebih. 

"Kalau penimbangan hanya diarahkan ke Pos Jasa Marga saja, waktunya akan lama dan tidak semua kendaraan terpantau. Kalau di bawah jembatan semua kendaraan bisa ditimbang beratnya, nanti ada sensor yang berbunyi," ujar Otong saat ditemui di ruas Jalan Tol Purbaleunyi KM 120, Kamis (12/9/2019).

Jika ada kendaraan yang melebihi bobot yang ditentukan, maka akan ditindak dengan diberikan penilangan dan dikeluarkan di Gerbang Tol Cikamuning. 

"Seperti yang sekarang ditindak, kita langsung arahkan untuk keluar di Cikamuning. Jadi dilarang lewat ke Cipularang," ungkapnya. 

General Manager Jasa Marga Cabang Purbaleunyi, A.J. Dwi Winarsa, mengungkapkan pihaknya juga bakal melengkapi perangkat keselamatan lalulintas di jalan tol. 

Beberapa perangkat yang akan dipasang antara lain lampu strobo yang akan dipasang di KM 99, KM 93, dan KK 91. Ada juga penggantian guide drill di bahu jalan dari 1 span jadi double span.

"Kita juga akan pasang PJU, pemasangan MCB, rambu strip, dan emergency escape lane untuk menekan dampak kecelakaan. Targetnya semua selesai akhir bulan September ini," tuturnya. 

Soal kecelakaan di ruas jalan tol tersebut, Dwi mengatakan faktor utamanya karena kendaraan yang berlebihan muatan, bukan karena faktor geometri jalan.

"Artinya semua sudah oke karena diuji langsung PUPR, dishub, dan polisi. Kalau tidak laik jalan ya tidak akan ada kendaraan yang boleh lewat. Dari geometrik dan evaluasi tidak ada ketentuan yang tidak terpenuhi soal kelaikan di Cipularang," tandasnya.
(SDK)

Tol Cipularang Kecelakaan Beruntun Mahkluk Halus Prabu Siliwangi Kuncen Gunung Hejo Cerita Mistis Tol Cipularang Minimalisir Kecelakaan Polisi Alat Baru di Cipularang



Related Post



Comment