Advertisement

Kamis, 12 September 2019 15:54 WIB

Berduka, Begini Kesan Presiden dan Mantan PM Singapura terhadap BJ Habibie

Fahrul Maulana —Hot News
Berduka, Begini Kesan Presiden dan Mantan PM Singapura terhadap BJ Habibie
Jenazah almarhum BJ Habibie dimakamkan ke TMPN Kalibata (Foto: Antara)

Terasjabar.id - Para pejabat Singapura menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Presiden ke-3 RI Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie.

Ucapan duka cita disampaikan melalui surat oleh Presiden Halimah Yacob, Perdana Menteri Lee Hsien Loong, Menteri Senior sekaligus Menteri Koordinator Keamanan Teo Chee Hean, dan mantan perdana menteri Goh Chok Tong, yang ditujukan kepada putra sulung almarhum Ilham Akbar Habibie.

Selain itu Menlu Singapura Vivian Balakrishnan juga menyampaikan belasungkawa melalui surat kepada Menlu Retno Marsudi.

Dalam surat yang ditujukan kepada putra sulung Ilham Akbar Habibie, Presiden Halimah menyampaikan belasungkawa mendalam.

"Indonesia telah kehilangan seorang pemimpin yang mengarahkan negara selama transisi menuju demokrasi setelah krisis keuangan Asia. Presiden Habibie gigih dalam melayani negara dan dalam upayanya meningkatkan kehidupan bagi semua rakyat Indonesia. Perhatian dan dan doa kami bersama Anda dan keluarga selama masa kesedihan ini," kata Halimah, dalam surat yang dirilis Kedubes Singapura di akun Facebook, Kamis (12/9/2019).

Pernyataan serupa disampaikan Perdana Menteri Lee Hsien Loong melalui surat untuk Ilham.

"Presiden Habibie memimpin Indonesia dalam transisi yang sulit selama reformasi. Itu adalah titik balik penting bagi Indonesia. Dia bekerja keras untuk menstabilkan negara setelah krisis keuangan Asia pada 1997. Dia juga mendorong otonomi daerah dan desentralisasi yang lebih besar di Indonesia, bertujuan menyatukan dan meningkatkan kesejahteraan semua rakyat Indonesia," kata Lee.

Habibie, lanjut dia, juga seorang ilmuwan sejati. Semangatnya dalam bidang teknik dan teknologi terlihat ketika dirinya mengunjungi pabrik Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) di Bandung, pada 1987, sekarang menjadi PT Dirgantara Indonesia.

"Itu merupakan fasilitas mengesankan, dan kebanggaan serta kegembiraan Presiden Habibie. Dia pasti senang dengan langkah signifikan yang telah dibuat Indonesia sejak saat itu dalam menumbuhkan sektor teknologi dan ekonomi digital," tuturnya.

Lee melanjutkan, Habibie juga berperan dalam mengembangkan Batam, Bintan, dan Karimun, sebagai zona ekonomi eksklusif. Singapura bekerja sama erat dengan dia dan beberapa menteri Indonesia lainnya dalam proyek tersebut.

"Saya ingat saat menghadiri upacara peletakan batu pertama Taman Industri Batam, usaha patungan sektor swasta Indonesia dan Singapura pada 1990. Kami bertemu beberapa kali untuk membahas bagaimana Singapura dan Indonesia dapat bekerja sama dan saling melengkapi untuk memberikan manfaat abadi bagi masyarakat kami," ujarnya.

Ungkapan serupa disampaikan Menteri Senior sekaligus Menteri Koordinator Keamanan Nasional Teo Chee Hean.

"Saya ingat pernah menghubungi Presiden Habibie pada 1998, selama periode yang sulit bagi Indonesia, baik secara politik maupun ekonomi, setelah krisis keuangan Asia. Saya juga bertemu dengannya beberapa kali sebelum itu, ketika dia menjadi Menteri Negara Riset dan Teknologi," katanya.

Teo yakin Habibie akan dikenang karena kecintaannya kepada negara, hasrat terhadap teknik pesawat terbang, dan keyakinan kuat dalam melayani rakyat.

Tak lupa, mantan PM Goh Chok Tong menyampaikan duka cita untuk teman dekatnya itu. Goh menjabat perdana menteri saat Habibie menjadi presiden pada 1998-1999.

Dalam surat kepada Ilham, Goh mengatakan, "Ayah Anda merupakan rekan saya saat menjadi Perdana Menteri. Dalam hubungan kami, kecintaannya kepada Indonesia dan dedikasinya kepada negara meninggalkan kesan yang tak bisa dihapuskan bagi saya."

Presiden Habibie, kata dia, memimpin Indonesia dengan ketabahan selama masa tantangan politik dan ekonomi yang menakutkan.

"Dia juga bekerja tanpa lelah untuk memajukan pembangunan Indonesia dan mengembangkan industri Indonesia. Kepergiannya merupakan kehilangan yang besar bagi rakyat Indonesia," ujarnya.

Selain itu, Menlu Singapura Vivian Balakrishnan juga menyampaikan belasungkawa melalui surat kepada Menlu Retno Marsudi.

"Presiden Habibie memimpin Indonesia selama tahun-tahun penuh gejolak transisi politik dan ekonomi setelah krisis keuangan Asia. Bagian dari usahanya adalah meletakkan dasar bagi Indonesia untuk menjadi negara demokrasi dan ekonomi yang sukses seperti sekarang ini," katanya.

Presiden Habibie, lanjut Balakrishnan, juga berperan dalam mewujudkan otonomi daerah dan desentralisasi untuk kebaikan semua raktar Indonesia. Kontribusinya untuk Indonesia tidak akan dilupakan.

"Terima lah ucapan belasungkawa terdalam saya selama masa kesedihan dan berkabung ini," katanya.

(iNews.com)

Berduka Begini Kesan Presiden dan Mantan PM Singapura terhadap BJ Habibie



Related Post



Comment