Lurah Cipete Utara Mohamad Yohan menyampaikan Warung Daur Ulang itu berlokasi di RW 07 dan dioperasikan oleh Bank Sampah Saraswati.

“Sejak September hingga November, Cipete Utara sudah punya tiga Warung Daur Ulang. Dua pertama berlokasi di RW 09 dan RW 08,” kata Mohamad Yohan saat meresmikan warung ketiga di Cipete Utara, Jakarta Selatan, Rabu.

Sebagaimana dua unit sebelumnya, operasional Warung Daur Ulang di RW 07 juga didukung oleh Bank DKI.

Bank DKI berkomitmen akan mendukung Warung Daur Ulang se-Cipete Utara.

Berbeda dengan bank sampah yang memberi uang sebagai timbal balik, pembeli di Warung Daur Ulang akan mendapatkan paket sembako atas limbah rumah tangga yang ditukarkan.

Paket sembako yang diterima warga, diantaranya, meliputi gula pasir, minyak goreng, beras dan aneka produk pangan pokok lainnya.

Pengurus RW 07 Kelurahan Cipete Utara yang turut mengelola Warung Daur Ulang, Eko menjelaskan, penimbangan sampah dilakukan dua kali tiap bulan.

“Warga dapat melakukan penimbangan sampah pada minggu kedua dan keempat,” kata Eko.

Tiap menimbang, Warung Daur Ulang RW 07 dapat menghimpun 800-1.200 kilogram sampah.

Rata-rata per bulannya, Warung Daur Ulang mampu menerima sekitar 1,7 ton sampah domestik dari 115 nasabah Warung Daur Ulang di RW 07, Cipete Utara.

Warung Daur Ulang itu tidak hanya digerakkan oleh pengelola Bank Sampah Saraswati, tetapi juga pengurus di tingkat RT, RW hingga anggota PKK.

(Sasa/Sumber:AntaraNews)