Advertisement

Kamis, 12 September 2019 10:15 WIB

Ini Penyebab Tercium Belerang di Sebgian Wilayah Cimahi dan KBB

Dea —Teras Cimahi
Ini Penyebab Tercium Belerang di Sebgian Wilayah Cimahi dan KBB
(Foto: Galamedianews.com)

Terasjabar.id - WARGA Cimahi, dan Kabupaten Bandung Barat dihebohkan dengan terciumnya bau belerang di sekitaran rumahnya. Bahkan, tak sedikit warga yang panik, pada Rabu (11/9/2019) petang.

Pusat Vulkanologi san Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) segera memeriksa lapangan yaitu dengan melakukan pengukuran gas di sekitar Kawah Ratu Gunung Tangkubanparahu.

Dikutip PRFM,  hasil pengukuran TIM PBMBG menunjukkan belum adanya indikasi peningkatan konsentrasi gas CO2, SO2 yang signifikan. Hasil pengamatan di bibir Kawag Ratu pada tanggal 11 September 2019 pukul 21.30 WIB, dapat teramati asap dengan konsentrasi sedang hingga tebal setinggi sekitar 180 m di atas permukaan kawah.

Kolom erupsi tidak teramati namun tercium bau belerang yang cukup menyengat disertai suara blazer/gemuruh dengan intensitas sedang. Hasil pengamatan gas dengan Drager terukur kobsentrasi CO2 : 0,020 vol% dan SO2 : 4,6 ppm. Konsentrasi gas-gas tersebut masih relatif lebih kecil dari hasi pengukuran sebelumnya yaitu pada 1 Agustus 2019. Pemantauan suhu kawah dengan thermacam juga belum menunjukkan adanya peningkatan suhu. Amplitudo tremor yang terekam pada saat ini dominan sekitar 25 mm.

Berdasarkan hasil analisis data-data pemantauan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa terciumnya gas pada jarak yang relatif jauh dimungkinkan karena tiupan angin yang cukup kencang dominan ke arah Selatan-Baratdaya. Sehingga mengarah ke Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat berada. Status Gunung Tangkubanparahu saat ini masih berada di Level II (Waspada) dengan rekomendasi jarak bahaya di dalam radius 1,5 km dari kawah.

PVMBG-Badan Geologi mengimbau agar masyarakat yang berada di luar radius 1,5 km agar tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa namun tetap mengikuti perkembangan aktivitas gunung api dari PVMBG dan Pemerintah Daerah/BPBD setempat.

(galamedianews.com)





Related Post



Comment