Advertisement

Kamis, 12 September 2019 09:35 WIB

Lamborghini, Banteng Penabrak Semua Batasan

Alip Bagja Nur Ilahi —Teras Techno
Lamborghini, Banteng Penabrak Semua Batasan
Lamborghini, Banteng Penabrak Semua Batasan. (Netcarshow).

Terasjabar.id – LAMBORGHINI menghadirkan banteng paling perkasa dan paling kencang yang pernah mereka buat, Lamborghini Sian, di ajang Frankfurt Motor Show 2019.

Apa yang membuat mobil ini diklaim sebagai banteng yang menabrak semua batasan? Lamborghini akhirnya tidak mampu menutup mata pada teknologi energi terbarukan seperti hibrida dan listrik. Setelah lama membisu apakah akan mencoba teknologi hibrida atau listrik saat yang lain sudah melakukannya, Lamborghini akhirnya menjawab dengan meluncurkan Lamborghini Sian yang dipamerkan di Frankfurt Motor Show 2019 pada Kamis (12/9) ini.

Lamborghini Sian merupakan Lamborghini terkencang yang pernah dibuat perusahaan mobil yang berbasis di Sant Agata, Bologna, Italia, itu. Tenaga maksimal yang mencapai 819 daya kuda membuat mobil ini mampu berakselerasi dari 0-100 km/jam dalam waktu kurang dari 2,8 detik.

Lamborghini mengklaim, akselerasi mobil ini adalah yang terkencang dibanding keluarga Lamborghini lainnya, termasuk Lamborghini balap buatan mereka, Lamborghini Aventador SVJ. Akselerasi inilah yang membuat mereka menamakan mobil ini Lamborghini Sian.

Dalam bahasa Bologna, sian berarti ësecepat kilatí. Kelebihan ini terwujud karena memang Lamborghini tidak lagi menampik hadirnya teknologi hibrida di mobil mereka. Lamborghini Sian aslinya menggunakan mesin V12 dari Lamborghini Aventador.

Hanya, mereka mengombinasikannya dengan teknologi hibrida. Namun, teknologi hibrida ini bukan teknologi biasa yang kita kenal dengan penggunaan baterai listrik. Alih-alih, mereka menggunakan supercapacitor buatan Massachusetts Institute of Technology, Amerika Serikat. “Ini langkah awal Lamborghini menuju elektrifikasi.

Dengan mobil ini, kami menunjukkan kekuatan yang sangat dominan di dunia mobil sport,” ujar Stephano Domenicalli, CEO Lamborghini Automobili SpA. Dari tampilannya, Lamborghini Sian memang masih menggunakan platform Lamborghini Aventador.

Hanya, di mobil ini Lamborghini mencoba membangkitkan romantika mobil klasik mereka dengan menghadirkan elemen Lamborghini Countach di mobil itu. Ini terlihat dari desain eksterior bagian depan yang menukik tajam dan bagian haluan yang tebal.

Di bagian belakang juga dapat ditemukan elemen Lamborghini Countach, yakni enam lampu belakang heksagonal. Aura klasik itu dipadupadankan dengan elemen baru Lamborghini, yakni aero wing desain anyar yang tidak ditemukan di Lamborghini lainnya.

Aero wing ini sangat atraktif karena begitu tajam dan berukuran besar sehingga membuat Lamborghini Sian begitu dominan. Bagian belakang mobil ini bahkan begitu mencekam dengan diffuser dan sayap berukuran besar. Lampu depan juga tidak kalah istimewa.

Di mobil inilah konsep siluet lampu Y yang ada Lamborghini Terzo Millenio diaplikasikan dengan nyata. Jika dulu siluet lampu Y hanya ada di lampu belakang setiap mobil Lamborghini, kini konsep itu sudah bisa diaplikasikan di bagian depan.


“Lamborghini Sian merupakan awal perjalanan kami dalam menghadirkan inovasi desain, teknologi baru, dan performa. Kami tidak ingin memanfaatkan teknologi yang ada. Kami ingin menjadi pabrikan yang menabrak semua batasan,” ucap Maurizio Reggiani, Chief Technical Officer Lamborghini Automobili SpA.

Hanya, tidak semua orang berkesempatan mencoba mobil ini. Stephano Domenicalli mengatakan, hanya ada 63 unit Lamborghini Sian yang dibuat. Angka 63 itu merujuk pada tahun 1963, di mana Lamborghini pertama kali berdiri.

Setiap Lamborghini Sian dibuat dengan karakter yang berbeda karena setiap konsumen yang sudah membeli diwajibkan mengikuti program spesialisasi Lamborghini, Ad Personam.

Menariknya, seluruh mobil yang dibanderol di harga USD3,6 juta atau setara Rp50,6 miliar itu sudah ludes terjual. Jadi, mungkin hanya keajaiban jika mobil ini memang bisa sampai ke Indonesia.

 

 

 

 

 

 

(SINDOnews.com)

Lamborghini Banteng Penabrak Semua Batasan



Related Post



Comment