Advertisement

Kamis, 12 September 2019 09:25 WIB

MUI Serukan Umat Islam Salat Gaib untuk BJ Habibie, Ini Lafal Niatnya

Irman Aryagung —Hot News
MUI Serukan Umat Islam Salat Gaib untuk BJ Habibie, Ini Lafal Niatnya
Presiden ke-3 RI BJ Habibie wafat pada Rabu (11/9/2019) pukul 18.05 WIB. (Foto: Instagram/BJ Habibie)

Terasjabar.id – Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nadjamuddin Ramly mengimbau masyarakat dan pengurus MUI hingga tingkat kecamatan dapat melaksanakan salat gaib untuk almarhum Profesor Doktor Bacharuddin Jusuf (B.J) Habibie.

“Usai salat Jumat (13/9) dapat melakukan salat gaib di seluruh masjid di Indonesia untuk mendoakan beliau almarhum BJ Habibie,” kata Najamuddin, Rabu (11/9/2019) malam.

Nadjamuddin mengatakan MUI turut berduka cita, semoga Allah SWT mengampuni dan memaafkan dosa-dosa beliau, memberikan rahmat dan kesejahteraan serta memperoleh husnul khatimah, dilapangkan kuburnya dan ditempatkan di surga.

BJ Habibie meninggal dunia dalam usia 83 tahun pukul 18.05 di RSPAD Gatot Subroto di Jakarta pada Rabu. Menurut putranya, Thareq Kemal Habibie, dia berpulang karena faktor usia.

Habibie yang lahir di Parepare, Sulawesi Selatan pada 25 Juni 1936 itu wafat akibat masalah pada jantungnya. Jenazah akan dibawa menuju kediamannya di Patra Kuningan.


Dikutip dari NU Online, salat gaib dilakukan sama seperti tata cara shalat jenazah pada lazimnya. Perbedaan keduanya terletak pada kehadiran jenazah yang disalatkan. 

Salat gaib dilakukan untuk jenazah yang tidak hadir. Salat gaib bisa ditujukan untuk jenazah Muslim secara umum, jenazah tertentu, atau jenazah massal di suatu tempat.

Salat gaib pernah dilakukan oleh Rasulullah SAW ketika Raja Najasyi wafat. Rasulullah SAW bersama para sahabatnya di Madinah melakukan salat jenazah.

“Rasulullah SAW mengabarkan kematian An-Najasyi pada hari kematiannya. Kemudian Rasul keluar menuju tempat shalat lalu membariskan shaf kemudian bertakbir empat kali,” (HR Bukhari).

Berikut niat lafal salat gaib yang ditujukan kepada mayit yang diketahui dengan jelas identitasnya:

Usholli ‘ala mayyiti (si A) al ghooibi arba’a takbirotin fardi kifayati lillahi ta’ala

Artinya: Saya niat shalat ghaib atas mayit (si A) empat kali takbir fardhu kifayah karena Allah Ta’ala.

 

 

 

(iNews.com)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 





Related Post



Comment