Advertisement

Kamis, 12 September 2019 09:07 WIB

Tragis, Deretan Pembunuhan Sadis Ini Dilatarbelakangi Tumbal Pesugihan

Alip Bagja Nur Ilahi —Hot News
Tragis, Deretan Pembunuhan Sadis Ini Dilatarbelakangi Tumbal Pesugihan
Penemuan mayat wanita di Lebak. ©2019 Merdeka.com/Dwi Prasetya

Terasjabar.id – Tubuh Asih (45), warga Palmerah, Jakarta Barat, ditemukan sudah membusuk di semak-semak di daerah Maja, Kabupaten Lebak, Banten (24/8). Belakangan diketahui, dia merupakan korban tumbal pesugihan. Asih dibunuh oleh WF (40) atas perintah OV (40) untuk persembahan kepada makhluk gaib.

Rencana pembunuhan untuk tumbal pesugihan muncul setelah OV mengaku mendapat bisikan untuk mempersembahkan tumbal pada makhluk gaib. Bisikan itu diakui didengarnya pada 15 Agustus 2019. Kemudian dia meminta bantuan WF untuk membunuh dan mencari korban.

Akhirnya, mereka mencari korban lain. Mereka memilih Asih, seorang janda yang juga kerabat kerja OV. Mereka melakukan perencanaan pembunuhan dengan matang. Asih dibunuh di kontrakan OV di daerah Ciampea, Bogor, Jawa Barat dengan cara dicekik oleh WF. Sebelum dihabisi, Asih sempat diperkosa WF.

Selain kasus Asih, kasus pembunuhan berlatar belakang tumbal pesugihan sebelumnya juga pernah beberapa kali terjadi di tanah air. Berikut ulasannya:

Bunuh Anak untuk Tumbal Pesugihan


Tahun 2008 lalu, seorang ibu tega menghabisi nyawa anaknya karena himpitan ekonomi. Dian Endang Mardiana, tega menghabisi nyawa anaknya, Tegar Bangun Setiyadi yang masih berusia 3 tahun karena bisikan makhluk halus. Dian, warga Desa Munggut, Kabupaten Madiun ini mengaku diperintah makhluk halus milik mertuanya agar menjadikan Bayu sebagai tumbal terakhir.

"Saya pukuli Tegar dengan gantungan baju dan kayu. Pemukulan saya lakukan karena ada permintaan dari makhluk halus peliharaan ibu mertua saya agar dia dijadikan tumbal," kata Dian.

Dian mengatakan anaknya, Tegar, menjadi permintaan terakhit makhluk halus itu untuk menyempurnakan permintaan agar bisa dikabulkan. Setelah anaknya meninggal, mertuanya menyuruhnya agar memiliki anak lagi sebagai gantinya.

Pembunuhan Satu Keluarga Demi Ilmu Hitam


Agus Supriyatna menjadi tersangka kasus pembunuhan satu keluarga di Cirebon, 2 September 2017. Agus membunuh istri dan ibunya karena diduga menganut ilmu hitam. Dugaan itu muncul saat Agus diinterogasi oleh pihak kepolisian.

"Seperti membaca lafal yang tidak jelas pengucapannya dan mengamalkan sesuatu yang tidak jelas," kata Wakil Kepala Polres Cirebon, Kompol Wadi Sa'bani.

Selain itu, sifat Agus juga berubah. Biasanya Agus membalas sapaan tetangganya. Kini Agus hanya menjawab seadanya bahkan tidak menjawab sekalipun.

"Kelakuannya juga sudah beda. Biasanya kalau diajak ngobrol menyahut, sekarang diam, malah jawab seadanya saja," kata tetangganya, Maryono.

Membunuh Adik Kandung Karena Belajar Ilmu Hitam


Muhamad Rizki Silaban (15) mengaku sedang belajar ilmu kekebalan dari perguruan bela diri. Karena itu dia mendapat bisikan alam gaib untuk membunuh adik kandungnya bernama PMM (13) di rumahnya sendiri di Kampung Duku, Jalan Masjid Al Baido RT 03 RW 05, Kelurahan Sudimara Selatan, Ciledug, Kota Tangerang.

"Dari pengakuannya, tersangka ini sudah sebulan belajar ilmu hitam. Atas bisikan jin itu Rizki membunuh adiknya dengan pisau dapur. pembunuhan harus dilakukan, karena jin tersebut mengancam akan menghabisi keluarga korban kalau perintahnya tak dilaksanakan," kata Kapolres Metro Tangerang Kombes Pol Agus Pranoto, 27 Juni 2015.

 

 

 

 

 

 

(Merdeka.com)





Related Post



Comment