Advertisement

Rabu, 11 September 2019 15:43 WIB

Wanita Pekerja Ditemukan Tewas di Penjara Cafe

Alip Bagja Nur Ilahi —Hot News
Wanita Pekerja Ditemukan Tewas di Penjara Cafe
Tersangka saat rilis di Mapolres Gresik, Rabu (12/9/2019). Foto/SINDOnews/Ashadi Ikhsan

Terasjabar.id – Seorang perempuan Hadryl Choirun Nisa'a, 25, ditemukan tewas di Penjara Cafe, Jalan Raya Banjarsari, Cerme, Gresik, Rabu (12/9/2019).

Korban yang merupakan warga Desa Sukoanyar, Cerme, itu dibunuh teman kerjanya sesama pegawai Penjara Cafe.

Aksi pembunuhan itu diketahui pertama kali oleh Budi Santoso. Saksi yang juga pekerja di tempat tersebut langsung lapor polisi.


Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro menjelaskan, pengungkapan kasus tersebut berawal dari informasi masyarakat. Sekitar pukul 21.30 WIB anggota Polsek Cerme langsung menuju lokasi.

“Benar korban ditemukan di dalam area Cafe Penjara,” kata dia dalam rilis siang ini di Mapolres Gresik, Rabu (12/9/2019).

Setelah itu, kata AKBP Wahyu, anggota Polsek Cerme dipimpin langsung Kapolsek AKP Iwan Hari Poerwanto menangkap tersangka di rumahnya.

Tersangka atas nama Shalahuddin Al-Ayyubi. Pria 25 tahun itu warga Perum Banjarsari Asri Gang 6, Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Gresik.

Kapolres AKBP Wahyu menjelaskan, bila pembunuhan itu dilakukan dengan motif ingin memiliki barang berharga milik korban untuk membayar hutang.

“Tersangka tidak memiliki hubungan asmara dengan korban. Mereka sejak kecil sudah saling kenal. Komunikasi pun terjalin dengan baik,” kata dia.

Bahkan, kata Wahyu, Saat kejadian, pelaku berpura-pura meminta tolong kepada korban untuk memasukan kucing ke dalam kandang.

Korban sempat menolak lantaran gerbang Cafe sudah waktunya tutup. Dengan bujuk rayu akhirnya korban menuruti permintaan pelaku. Setelah korban masuk ke dalam Cafe, gerbang langsung ditutup.

Pelaku pun langsung memeluk korban dari belakang dan berkata dirinya hanya membutuhkan uang dan sejumlah barang untuk dijual.

"Korban berontak dan dibekap hingga jatuh lemas. Setelah kejang-kejang dibawah dicekik lagi hingga tidak berdaya hingga meninggal dunia. Setelah itu diseret ke suatu tempat dan ditutupi oleh karung," kata Alumnus Akpol 1998 tersebut, kemarin.

 

 

 

 

 

 

(SINDOnews.com)





Related Post



Comment