Advertisement

Selasa, 10 September 2019 18:38 WIB

Polisi dan Dishub Minta Pengusaha Tak Paksakan Sopir Bawa Mobil ODOL

Malda —Teras Cimahi
Polisi dan Dishub Minta Pengusaha Tak Paksakan Sopir Bawa Mobil ODOL
Terasjabar.id,Cimahi - Buntut dari rentetan kecelakaan yang terjadi di ruas jalan tol Cipularang beberapa pekan belakangan, Dinas Perhubungan Kota Cimahi dan Satlantas Polres Cimahi bakal menyurati pengusaha angkutan barang maupun orang. 

Kepala Bagian Operasi (KBO) Lantas Polres Cimahi, Iptu Duddy Iskandar mengatakan banyak kendaraan angkutan barang khususnya, yang Over Dimension Over Capacity (ODOL).

Kendaraan tersebut akhirnya menyebabkan kecelakaan karena tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan sehingga berpengaruh pada kelaikan kendaraan. 

"Kalau sopir itu kan ikut perintah bos, jadi yang sebetulnya harus diimbau dan diperingati itu bosnya. Kalau memaksakan kendaraan bawa beban berlebih, sudah terbukti menyebabkan kecelakaan," ujar Duddy saat ditemui disela-sela pelaksanaan Rampcheck di rest area KM 125 Tol Purbaleunyi, Selasa (10/9/2019).

Antisipasi di lapangan, pihaknya melakukan razia dan melarang kendaraan ODOL masuk ke ruas tol maupun jalur arteri. Jika ingin beroperasi perlu menyesuaikan dimensi dan kapasitasnya. 

"Akan kita parkirkan terlebih dahulu, tidak boleh jalan. Selain itu kita tilang dulu kendaraannya," tuturnya. 

Selama Ops Patuh Lodaya 2019, pihaknya sudah menilang sekitar 11 kendaraan angkutan barang dan orang yang dianggap melanggar aturan kapasitas, dimensi, dan kelengkapan surat kendaraan. 

"Termasuk dengan yang hari ini, sudah ada 11 yang kita kandangkan. Kebanyakan ODOL, karena memang itu fokus utama kita," tegasnya. 

Pada rampcheck di rest area km 125 tersebut, Dinas Perhubungan menandau sejumlah kendaraan yang melebihi dimensi setelah dilakukan pengukuran dan tidak laik jalan. 

"Tadi ada yang kita beri tanda dengan pylox karena over dimension, jadi harus dipotong sendiri oleh perusahaannya. Truknya juga tadi kita tilang," kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Cimahi, Yanuar Taufik. 

Ia menjelaskan, pemeriksaan kendaraan angkutan barang dan angkutan umum ini untuk mengantisipasi kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh ketidaklaikan kendaraan. Seperti rem tidak berfungsi dan sebagainya. Selain itu, kelengkaoan surat berkendaranya tak lewat dari pemeriksaan.

"Akhir-akhir ini banyak sekali kejadian karena masalah teknis kendaraan yang tak laik jalan. Mudah-mudahan dengan pemeriksaan ini kendaran laik jalan dan yang tidak laik kita tuna keberangkatannya," pungkasnya.
(SDK)





Related Post



Comment