Advertisement

Rabu, 7 November 2018 15:42 WIB

Kadinkes Subang Ade Rusyana Jadi Terdakwa Kasus Korupsi RSUD Pameungpeuk Garut

Admin B —Hot News
Kadinkes Subang Ade Rusyana Jadi Terdakwa Kasus Korupsi RSUD Pameungpeuk Garut

Terasjabar.id - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (Kadinkes) Subang Ade Rusyana menjalani sidang perdana pembacaan dakwaan jaksa penuntut umum di Pengadilan Tipikor Bandung, Rabu (7/11/2018).

Ade Rusyana jadi terdakwa kasus korupsi pengadaan alat kesehatan di RSUD Pameungpeuk Kabupaten Garut dengan total anggaran Rp 14 miliar berupa dana hibah Kemenkes bersumber dari APBN 2013.

Saat kasus itu terjadi, Ade Rusyana menjabat sebagai Kabid Yankes Dinas Kesehatan Pemkab Garut dan dalam proyek itu, Ade Rusyana berperan sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK). Dia ditangkap penyidik Ditreskrimsus Polda Jabar saat menjabat Kadinkes Subang pilihan bupati Imas Aryumningsih yang kini sudah berstatus terpidana kasus suap perizinan.

Terdakwa lainnya dalam kasus ini yakni drg Iman Firmanullah, mantan Kepala Dinkes Pemkab Garut yang berperan sebagai kuasa pengguna anggaran.

Dalam dakwaan yang dibacakan secara bergantian oleh jaksa penuntut umum, Leli Nilamsari dan Yosep, diketahui bahwa kedua terdakwa melakukan perbuatan melawan hukum dengan cara menandatangani setiap surat-surat kontrak pengadaan alat kesehatan.

"Sebagai PPK dan KPA terdakwa tidak melaksanakan tugasnya dengan baik sebagaimana diatur dalam Perpres Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang dan Jasa. Kemudian meski tidak tahu spesifikasi teknis pengadaan barang dan jasa, terdakwa tidak menolak dan tetap menandatangani paket pekerjaan," ujar jaksa Yosep dalam dakwaannya.

‎Dalam dakwaannya itu pula, terungkap bahwa Ade tidak mengetahui penunjukan dirinya sebagai PPK. "Terdakwa baru tahu jadi PPK di tengah-tengah proses. Meski begitu, terdakwa tetap melakukan penandatangaan terhadap paket-paket kontrak pengerjaan," ujar dia.

Terhadap terdakwa Iman, hal serupa terjadi. Jaksa menyebut terjadi persekongkolan perbuatan tindak pidana korupsi sejak dalam perencanaan pengadaan alkes ini.

"Meski ada perbuatan melawan hukum, Iman tetap menandatangani setiap kontrak yang persekongkolanya sudah direncanakan sehingga tidak sesuai prinsip pengadaan barang dan jasa," ujar jaksa.

‎Akibat perbuatannya tersebut, jaksa menyebut negara dirugikan miliaran rupiah dari total anggaran sebesar Rp 14 miliar. "Berdasarkan audit BPKP Jabar kerugian keuangan negar dalam kasus ini mencapai Rp 4 miliar lebih," kata Yosep.

‎Keduanya didakwa melakukan tindak pidana korupsi menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan, sebagaimana diatur di Pasal 2 dan 3 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 KUH Pidana.

Lantas, siapa yang diuntungkan dalam kasus ini, jaksa menyebut dua orang dari unsur swasta selaku pemenang tender pengadaan alat kesehatan yang juga terdakwa dalam kasus ini.

"Karena dari sejak perencanaan sudah ada persekongkolan," ujar Yosep.

Usai pembacaan dakwaan, Ade mengaku tidak memahami dengan dakwaan jaksa dan tidak merasa melakukan tindak pidana korupsi. Ia akan mengajukan keberatan atau replik pada sidang pekan depan.


(Ren/Sumber:Tribunjabar.id)





Related Post



Comment