Advertisement

Selasa, 10 September 2019 14:58 WIB

Pembunuh Santri di Cirebon Tenggak 20 Butir Obat Keras sebelum Beraksi

Irman Aryagung —Berita Viral
Pembunuh Santri di Cirebon Tenggak 20 Butir Obat Keras sebelum Beraksi
Kapolres Cirebon Kota AKBP Roland Ronaldy saat ekspose penangkapan pengedar obat keras kepada tersangka pembunuh santri. (Foto: iNews/Toiskandar)

Terasjabar.id – Polisi mengungkap sejumlah fakta baru atas penangkapan pembunuh santri di Cirebon, Jawa Barat. Hasil penyelidikan, kedua tersangka YS (19) dan RM (18) mengaku telah mengonsumsi obat-obatan keras sebelum melancarkan aksinya.

“Iya jadi sebelum beraksi keduanya mengonsumsi 20 butir obat keras tersebut,” ujar Kapolres Cirebon Kota AKBP Roland Ronaldy, Senin (9/9/2019).

Dari pengakuan tersangka, polisi kemudian mengembangkan kasusnya dan mengamankan pengedar obat-obatan terlarang tersebut berinisial JH. Pelaku ditangkap di kawasan Terminal Harjamuki Kota Cirebon, Senin (9/9/2019).


Dari tangannya, diamankan sedikitnya 900 butir berbagai jenis obat-obatan keras tanpa izin edar. Seperti tramadol, tramadil hci dan trihex.

“Penangkapan ini komitmen kami untuk memberantas sampai ke akar-akarnya. Tak menutup kemungkinan jumlah tersangka akan bertambah,” katanya.

Diketahui, pelaku JH merupakan penjual obat-obatan terlarang kepada kedua tersangka pembunuh Muhammad Rozien (17), santri asal Ponpes Husnul Khotimah, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, pada Jumat (6/9/2019). Atas perbuatannya mengedarkan obat-obatan terlarang, pelaku JH kini ditahan dan terancam hukuman 15 tahun kurungan penjara.

 

 

 

(iNews.com)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 





Related Post



Comment