Advertisement

Selasa, 10 September 2019 09:26 WIB

30 Preman Diamankan Sabhara Polres Cimahi

S.N.A —Teras Cimahi
30 Preman Diamankan Sabhara Polres Cimahi
Terajsabar.id - Berbekal keluhan dari masyarakat pengguna kendaraan pribadi maupun kendaraan umum, Satuan Sabhara Polres Cimahi melakukan razia premanisme di sejumlah titik. 

Razia yang dilaksanakan menyasar premanisme di pasar, terminal, persimpangan jalan dengan kedok pak ogah, maupun di kawasan industri. Bahkan premanisme di kawasan industri Kota Cimahi sempat viral di media sosial seminggu belakangan. 

Menurut Kasat Sabhara Polres Cimahi, AKP Oeng Hoeruman, penertiban premanisme tersebut demi memberikan rasa aman dan nyaman pada masyarakat di lingkungan para preman tersebut berada.

"Contohnya sopir truk yang kemarin dipalak preman di kawasan industri, sudah terganggu kenyamanannya. Makanya sekarang kami lakukan penyisiran premanisme di Kota Cimahi," ujar Oeng saat dihubungi, Selasa (10/9/2019).

Dari hasil operasi premanisme yang dilaksanakan, pihaknya mengamankan sebanyak 30 orang yang dianggap menyebabkan keresahan bagi masyarakat dan pengguna jalan. 

"Sasaran utamanya jelas pelaku premanisme, pungli, bahkan pengedar obat terlarang yang juga kita amankan," katanya. 

Setelah diamankan dari lokasi mereka mangkal, para pelaku premanisme itu kemudian dinaikkan ke truk Sabhara dan dibawa ke Mapolres Cimahi untuk dilakukan pendataan. 

Setelah didata, para preman tersebut kemudian diberikan sanksi fisik, pembekalan ideologi kebangsaan, baru kemudian dilimpahkan ke pengadilan untuk sidang tindak pidana ringan (tipiring). 

"Sampai putusan, mereka terpaksa dikurung dulu 1x24 jam. Kalau tipiring mereka hanya bayar denda sekitar Rp 100 ribu sampai Rp 200 ribu," jelasnya. 

Meskipun sudah dikenakan sanksi tipiring, Oeng tidak menutup kemungkinan para pelaku premanisme itu akan kembali ke jalanan dan menggeluti profesinya lagi. 

"Siklusnya memang seperti itu, mereka beralasan butuh uang karena tuntutan ekonomi. Kalau mau kerja halal ngakunya susah. Tapi antisipasinya kami terus pantau, karena identitas mereka ini sudah kita kantongi. Apalagi antisipasi kan kewenangan dinas terkait, buka kepolisian," tandasnya.

(SDK)




Related Post



Comment