Advertisement

Senin, 9 September 2019 15:55 WIB

Musim Kemarau, Pelanggan PDAM Yang Kekeringan Bakal Dapat Kompensasi

Malda —Teras Cimahi
Musim Kemarau, Pelanggan PDAM Yang Kekeringan Bakal Dapat Kompensasi

Terasjabar.id, CIMAHI - Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Raharja tengah mengkaji pemberian kompensasi bagi pelanggan yang tidak teraliri pasokan air bersih selama musim kemarau.

Hal itu disampaikan Manajer Junior Humas dan Kesekretariatan Perumda Air Minum Tirta Raharja Kabupaten Bandung, Sri Hartati saat ditemui di Kantor Perumda Air Minum Tirta Raharja, Jalan Kolonel Masturi, Kota Cimahi, Senin (9/9/2019).

"Kami akan mempertimbangkan ada kompensasi apabila pelanggan tidak dapat air. Skemanya nanti kita sesuaikan dengan aturan," katanya.

Perumda Air Minum Tirta Raharja sendiri mencakup tiga pelayanan, antara lain pelayanan wilayah utara yang meliputi Kota Cimahi, Cisarua, Lembang, Cikalongwetan, Batujajar, Cililin dan Padalarang (Kabupaten Bandung Barat). Jumlah Sambungan Rumah (SR)-nya mencapai 27.172 rumah.

Kemudian, wilayah pelayanan selatan yang meliputi daerah di Kabupaten Bandung seperti Soreang, Ciwideuy, Banjaran, Pangalengan dan Kutawaringin. Total ada 31.526 SR.

Serta wilayah pelayanan timur yang meliputi Ciparay, Baleendah, Bojongsoang, Dayeuhkolot, Rancaekek, Majalaya dan Cicalengka. Jumlah SR-nya mencapai 40.307 SR.

Namun, sejak kemarau datang sejak beberapa bulan lalu, distribusi air bagi pelanggan menjadi terganggu. Khususnya pelayanan di wilayah utara yang meliputi Kota Cimahi dan Bandung Barat.

"Distribusi yang ada untuk Cimahi dan sekitarnya memang ada penurunan debit air," ujar Sri.

Sumber air dari wilayah utara sendiri berasal dari Sungai Cijanggel, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat yang mengalami penyusutan.

Jika kapasitas normalnya bisa mengolah hingga 166 liter per detik, dimusim kemarau panjang ini turun drastis hingga 45 liter per detik.

Menyusutnya debit air yang diolah itu berdampak pada distribusi air bagi pelanggan. Salah satunya di Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi yang tidak menerima pasokan air dari Perumda Air Minum Tirta Raharja selama hampir dua bulan.

"Khusus wilayah utara, Cimahi KBB saat ini normalnya 166 liter. Saat ini menjadi 45 liter per detik," terangnya.

(SDK)








Related Post



Comment