Advertisement

Minggu, 8 September 2019 17:42 WIB

Gara-Gara Perusuh, PSSI Terancam

S.N.A —Opini Anda
Gara-Gara Perusuh, PSSI Terancam

Terasjabar.id 

BUKAN barang baru, PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia) terancam sanksi dari FIFA. Berulang kali FIFA, pemilik regulasi sepakbola di dunia itu mengirimkan ancaman. Mulai dari adanya intervensi pemerintah, munculnya liga abal-abal (break away league) yang dimotori oleh pengusaha yang ngebet ingin menguasai PSSI dan segelintir wartawan sepakbola, hingga ulah suporter.

Kali ini ancaman itu datang lagi akibat ulah perusuh sepakbola saat, Kamis (5/9) malam Timnas Indobesia menjamu Malaysia di babak awal Pra Piala Dunia 2022, zona Asia. Diawali dengan 'serangan' para perusuh kepada sekitar 1000an pendukung timnas Malaysia. Pertandingan terpaksa dihentikan lumayan lama.

Sesuai dengan statuta FIFA yang tercantum di kode Kedisiplinannya, Indonesia (PSSI) jelas melakukan pelanggaran Pasal 16.
Pada ayat 1 Pasal 16, tegas disebutkan asosiasi tuan rumah sebuah pertandingan resmi FIFA wajib bertanggung jawab atas keamanan dan ketertiban di dalam dan sekitar stadion sebelum, selama, serta sesudah pertandingan.

Di ayat 2-nya, disebutkan bahwa semua asosiasi bertanggung jawab atas dan untuk perilaku tidak pantas yang dilakukan oleh satu atau lebih suporternya. Dan untuk itu, PSSI tak bisa menghindarinya.

Meski demikian, saya mengajakkita semua agar tidak perlu menanggapinya secara berlebihan. Apa yang tertuang dalam kode disiplin FIFA, jelas dan tegas. Tapi, untuk sampai pada satu eksekusi, masih dibutuhkan waktu yang panjang.

Sebagai mantan amggota Komisi Disiplin dan Komisi Banding PSSI yang juga bekerja atas dasar statuta serta kode disiplin FIFA, masih ada beberapa tahap sebelum eksekusi dilakukan. Sidang disiplin dan sidang banding harus dilalui. Terkadang hukuman dijatuhkan justru setelah event berakhir.

Walau demikian, tulisan ini tidak untuk mentolelir apalagi membela perbuatan para perusuh sepakbola itu sendiri. Saya justru sangat muak dengan mereka yang langsung atau tidak telah menghancurkan sportivitas di lapangan hijau. Mereka sesungguhnya bukanlah bagian dari dunia olahraga itu sendiri. Seperti kita ketahui dunia olahraga memiliki nafas friendship atau persahabatan bukan win or lose apalagi what ever my team is number one atau just only for my team.

Perusuh
Saya tidak ragu untuk mengatakan pembuat onar saat Timnas kita menghadapi Malaysia itu adalah perusuh. Bahkan saya juga tak ragu menyebut mereia memang sengaja berbuat kerusuhan.

Tak ada alasan bagi mereka menyerang pendukung Malaysia, meski pendukung kita pun di banyak kesempatan diperlakukan sama saat menyaksijan pertarungan di Kuala Lumpur. Bedanya, para pendukung kita jumlahnya selalu sangat banyak dan selalu pula berani melawan.

Menurut hemat saya, ada tiga jenis suporter:
1. Pendukung asli.
Bagi suporter jenis ini:
Menang atau kalah disikapi dengan baik. Bagi mereka, datang untuk mendukung sepakbola. Bahwa ada klub atau timnas yang mereka dukung, itu faktor lain.* Fanatismenya hanya satu, sepakbola.
2. Pendukung fanatik
*Bagi suporter jenis ini;
Tim yang didukungnya harus selalu menang. Jika kalah, mereka kecewa, tapi masih tetap bisa menerimanya. Mereka sadar jika melakukan sesuatu, maka dampaknya bisa hingga ke tim yang didukungnya.*
3. Perusuh
*Khusus kelompok ini:
Saya sengaja tidak menyebut mereka suporter, karena mereka memamg hanya kelompok saja.
Tujuan sesungguhnya untuk mengacau. Bagi mereka, kalah atau menang bukan tujuan. Mereka datang dengan niat BERBUAT RUSUH.*
Inilah fakta yang membuat klub dan federasi selalu mengalami kesulitan. Bukan hanya di Indonesia tapi juga di dunia.

Kelompok ini adalah musuh bagi suporter mana pun. Jika tidak cukup kuat alasannya untuk menyerang pendukung lawan, mereja tak ragu menyerang pendukung tuan rumah yang selintas terlihat seperti satu garis.

Karena kerusuhan adalah tujuannya. Jadi, siapa saja bisa mereka serang. Kapan saja bisa mereka lakukan. Perusuh adalah musuh sepakbola di mana pun mereka berada. Saatnya para superter asli dan suporter fanatik bersiap-siap menghadapi mereka. Jangan ragu untuk menyerahkan mereka ke petugas keamanan untuk dan demi sepakbola yang bermartabat.

(M. Nigara Wartawan Sepakbola Senior)

Gara-Gara Perusuh PSSI Terancam



Related Post


 


Comment