Advertisement

Minggu, 8 September 2019 17:29 WIB

DIALOG NABI DGN MATA-MATA

S.N.A —Opini Anda
DIALOG NABI DGN MATA-MATA
Dindin (Paling kanan)

Terasjabar.id

Jelang Fathu Makkah atau Pembebasan Kota Mekah tahun 630, Nabi melancarkan Operasi Senyap sebagaimana galibnya Operasi Intelijens. Seluruh Pasukan Muslim dari berbagai Kesatuan dan Bani atau Suku disiapkan dengan sangat saksama. Tekumpulah sebanyak 10 ribu prajurit yang siap Berjihad Fi Sabilillah di bawah Komando Nabi Muhammad Saw sebagai Panglima Perang Tertinggi.
Lantas, Nabi berdoa. Doanya begini :


"Ya Allah, ambillah Pendengaran mereka, penglihatan mereka yaitu kaum musyrik Mekah, agar mereka kelak terkaget-kaget menyaksikan kedatangan pasukan kami yang mendadak." Hal tsb mengabarkan selain menyadari pentingnya Operasi Senyap, Nabi pun berkeyakinan bahwa orang sudah dapat disebut pembohong bilamana dia banyak berbicara ttg hal yang didengarnya. Sebut saja seperti Ngabalin atau Nusron di ILC.

Sebuah persiapan yang matang itu tiba-tiba diganggu oleh ulah seorang Anggota Pasukan Muslim Yang berkirim Surat kepada Pimpinan Jahiliyah Quraish di Mekah. Siapakah dia? Nabi menerima Wahyu Allah yg disampaikan Sahabatnya Malaikat Jibril As bahwa Hatim ibnu Bantaah telah menulis sepucuk Surat Rahasia yg di dalamnya menginformasikan mengenai kekuatan Pasukan Muslim dan para Panglima Perangnya.

Karuan saja Nabi segera memanggil Sayidina Ali bin Abi Thalib dan Zubair bin Awwam utk menyusul Utusan sang pengkhianat, yaitu seorang Budak perempuan bernama Sarah. Singkat cerita Zubair dan Ali berhasil menyusul sang perempuan tadi. Mula-mula dia membantah tudingan tsb. Namun kemudian mengaku Karena takut azab Allah menimpanya.

Lalu Nabi memanggil Hatim yg tengah berada di Pasukan ke dalam Masjid Nabawi. Nah, buat sobat yg belum tahu dapat diinfokan bahwa Masjid Nabawi menjadi tempat Gelar Pasukan, menginterogasi MATA-MATA atau pengkhianat, serta Diskusi rencana Operasi Militer. Duduk di Dalam Masjid adalah Nabi berhadapan dg Hatim si tersangka, Sayidina Umar bin Khathab di Al-Furqon, Sarah si Budak, Ali bin Abi Thalib dan Zubair bin Awwam.


Tiba-tiba saja Umar berteriak. "Wahai Nabi, biarkan aku menebas leher si pengkhianat ini."
Hatim tertunduk. Dalam benaknya dia mengatakan inilah akhir hidupku. Pahit nian.
Lalu Nabi bertanya, apa yang menyebabkan kau berbuat demikian, wahai Hatim?
Wallahi, demi Allah, mohon tetapkan aku sebagai orang yang Beriman meskipun aku telah bersalah ..
Wahai Rasulullah, jangan ambil Iman dari hatiku. Aku memang bersalah. Apa yang kulakukan adalah utk menyelamatkan Keluargaku yang masih berada di Mekah di tengah ancaman orang-orang musyrik Quraish," jawab Hatim.


"Omong kosong, kau sangka hanya Keluarga mu saja yg ada di Mekah?!" Kata Umar dengan suara menggelegar.
"Tenanglah Umar. Bukankah Hatim ini veteran Perang Badar? Bukankah Allah sudah menjamin bahwa Allah menghapus dosa para Veteran Badar?!" kata Nabi mengingatkan Hadis Qudsi.


Umar segera sadar. Juga Sahabat Nabi lainnya yg hadir di ruangan itu.
Singkat cerita, Nabi memaafkan Hatim. Lalu Pasukan pun diberangkatkan menuju Mekah. Dan Memetik kemenangan yg Gilang Gemilang.

Peristiwa ini diabadikan Allah dalam QS An-Nasr :
Bismillahirrahmanirrahim, Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan,
Dan engkau melihat Manusia berbondong-bondong masuk agama Allah,
Maka bertasbillah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah Ampunan kepada-Nya. Sungguh Dia Maha Penerima Tobat.


Hal ini tersurat Dalam Peristiwa Teror di Masjid An-Nuur Selandia Baru. In sya Allah juga kemenangan di Tanah Air Kita. Amiiinnn .. **
Dipetik dan disarikan oleh Dindin Machfudz dari paparan Ustadz Agung Waspodo, Ahli Sejarah Islam, dg topik : Keistimewaan Dakwah Nabi Saw dan Fathu Makkah, di Masjid Al-Muhajirin Mampang Depok.

(H.Dindin Machfud -- Wartawan senior tinggal di Depok) 

DIALOG NABI



Related Post


 


Comment