Advertisement

Turbin Mesin dan Power Supply Lion Air JT-610 Diturunkan di JICT

Malda 7 11 18 Hot News
Turbin Mesin dan Power Supply Lion Air JT-610 Diturunkan di JICT

Terasjabar.id - Memasuki hari ke-10 pencarian pesawat Lion Air JT-610, tim gabungan Basarnas berhasil menemukan turbin mesin pesawat. Turbin itu dibawa ke posko utama JICT, Tanjung Priok. Bagian mesin pesawat jenis Boeing 737 MAX 8 tersebut dibawa menggunakan LCU Banda Aceh milik TNI Angkatan Laut.

Pantauan di lokasi, turbin tersebut diturunkan dari kapal dengan menggunakan mobil crane sekitar pukul 08.35 WIB. Ada tiga operator crane yang mengarahkan penurunan bagian besar pesawat tersebut.

Dansatrol Lantamal III Kolonel Kaut (P) Salim mengatakan, turbin tersebut berhasil diangkat dari permukaan laut pada Selasa (6/11) sekitar pukul 15.00 WIB. Selain turbin, juga ada power supply dan sebuah tabung yang turut dibawa ke posko.

“Hasil penemuan kemarin sore telah disebutkan tadi 20 kantong jenazah, ada serpihan pesawat pertama turbin, kemudian ada tabung dan baterai independen, kemudian recorder dan power supply,” kata Salim di Posko Evakuasi JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (7/11).

Salim mengungkapkan adanya dugaan bagian tubuh korban di dalam turbin. Hal ini dikarenakan terciumnya bau menyengat dari turbin.

“Kemungkinan di rangkaian turbin itu masih ada potongan-potongan jenazah karena masih bau. Nanti akan dibuka oleh tim selanjutnya,” ujarnya.

Penemuan turbin tersebut menjadi yang kedua. Sebelumnya, turbin pesawat yang jatuh di Tanjung Karawang itu juga ditemukan pada Sabtu (3/11).

Hingga Selasa (6/11) malam, tim gabungan Basarnas berhasil mengevakuasi dua kantung jenazah. Dengan demikian, total ada 186 kantung jenazah yang telah dievakuasi. Seluruh kantong jenazah tersebut kini telah dikirim ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk diidentifikasi.

Pencarian korban juga akan tetap dilakukan dengan cara menyusuri permukaan air yang berada dekat dengan pantai di Tanjung Pakis dengan radius pencarian 25 kilometer. Selain itu, tim gabungan Basarnas juga akan melakukan evakuasi dari dasar laut dengan metode penyelaman dengan radius pencarian 250 meter dari lokasi jatuhnya pesawat.

Hari ini juga menjadi hari terakhir pencarian. Kepala Basarnas Marsekal Madya M Syaugi mengungkapkan, akan melakukan analisa dan evaluasi untuk memutuskan apakah waktu pencarian akan ditambah atau dihentikan. Menurut Syaugi, semua tergantung dari hasil temuan di lapangan pada hari ini.

“Tolok ukur yang utama adalah penemuan korban. Kalau masih ada kemungkinan bisa ditemukan, ya kita perpanjang. Kalau tidak ada dipertemukan, ya tidak diperpanjang. Makanya tergantung hari ini bagaimana trennya sampai besok pagi,” kata Syaugi usai melakukan tabur bunga bersama keluarga korban, Selasa (6/11).
(Tika/Sumber:Kumparan.com)

Related Post

Comment