Advertisement

Jumat, 6 September 2019 14:11 WIB

PEMBUNUHAN GADIS BADUY - Dibunuh dengan Keji, Diperkosa Meski Sudah Tewas, Pelakunya Bikin Miris

Malda —Hot News
PEMBUNUHAN GADIS BADUY -  Dibunuh dengan Keji, Diperkosa Meski Sudah Tewas, Pelakunya Bikin Miris

Terasjabar.id - Seorang remaja dari pemukiman Suku Baduy di Kabupaten Lebak, Banten, ditemukan meninggal dengan luka di sekujur tubuh.

Korban yang masih berusia 13 tahun diduga dibunuh saat sedang berada di kebun.

Diduga, sebelumnya korban diperkosa.

Dilansir dari Kompas.com, Kapolres Lebak AKBP Dani Arianto mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (30/8/2019).

AKBP Dani Arianto mengatakan, korban yang merupakan warga Baduy, sedang berada di kebun warga Cisimeut yang dijaga oleh keluarganya.

Sekitar jam satu siang, korban ditinggal sendirian di saung karena kakak korban yang bernama Arsad mencari burung.

"Saat jam setengah empat sore, Arsad menemukan korban dalam keadaan meninggal," ujar Dani, Sabtu (31/8/2019).

Pihak kepolisian menduga, korban menjadi korban pembunuhan dan pemerkosaan/rogol setelah menemukan sejumlah luka di sekujur tubuh korban.

Tak hanya itu, polisi pun menemukan bercak sperma.

"Berdasarkan identifikasi Polres Lebak, ada sperma di bagian kemaluan korban, patut diduga diperkosa dan dibunuh," ujarnya.

Pada tubuh korban, ditemukan luka antara lain di bagian muka, leher, pergelangan tangan kiri dan kanan, serta di kaki.

AKBP Dani menduga, korban melawan lalu dibacok oleh pelaku.

Saat ini, korban sudah dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Darajat Prawiranegara (RSDP) Serang untuk dilakukan otopsi.

Setelah selesai, korban akan langsung diserahkan ke rumah duka di Kampung Karahkal, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak Banten.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih memburu pelaku di sekitar lokasi kejadian.

Fakta Pembunuhan dan pemerkosaan gadis suku Baduy

Pelaku pembunuhan sadis gadis Suku Baduy akhirnya berhasil diamankan.

Dikrimum Polda Banten berhasil menangkap tiga pelaku pembunuhan gadis berusia 13 tahun tersebut.

Yang membuat miris, ketiga pelaku ternyata masih di bawah umur

Berdasarkan pengakuan pelaku, korban S masih terus disetubuhi meski sudah tidak bernyawa.

Dilansir Kompas.com, Dirkrimum Polda Banten Kombes Novri Turangga mengatakan, rentetan peristiwa keji tersebut terjadi pada Jumat (30/8/2019).

Lalu apa saja fakta terkait kasus pembunuhan sadis dan pemerkosaan gadis Suku Baduy ?

Berikut Tribunnews.com himpun dari Kompas.com :

1. Satu dari Tiga Pelaku Masih Dibawah Umur

Polisi berhasil menangkap tiga pelaku pembunuhan terhadap gadis Baduy, S (13).

Tiga pelaku yakni AMS alias E (19), F (19), dan A (15).

Apung Muhammad Saepul (AMS) yang merupakan pelaku rudapaksa dan pembunuhan gadis suku Baduy.

AMS ditangkap polisi ketika sedang berada di kediaman keluarganya di Kecamatan Buay Pemaca, Kabupaten OKU Selatan, Sumatera Selatan.

AR dan MF ditangkap di Leuwidamar, Lebak.

Pelaku pemerkosa dan pembunuhan gadis Suku Baduy ditangkap
Pelaku pemerkosa dan pembunuhan gadis Suku Baduy ditangkap (KOMPAS.com/Acep Nazmudin)

2. Kronologi

Tiga pelaku mengetahui S sedang sendirian di gubuk dan ketiganya sudah merencanakan rudapaksa gadis tersebut.

Bahkan tiga pelaku sudah menentukan siapa orang pertama yang akan menyetubuhi korban.

Dikutip dari Kompas.com, korban S memang sedang berada di belakang gubuk sendirian untuk memotong kayu bakar.

AKBP Dani Arianto mengatakan, korban yang merupakan warga Baduy, sedang berada di kebun warga Cisimeut yang dijaga oleh keluarganya.

Selama sendirian tiga pelaku melancarkan aksinya.

AMS bermodus ingin meminjam golok yang dipegang korban.

AMS melancarkan rayuan dan korban pun meminjamkan.

Saat itulah aksi rudapaksa dilakukan.

Korban dibawa ke gubuk lalu dirudapaksa.

Korban sempat melawan dengan berteriak.

Selama satu jam, kakak korban baru mencari korban.

Korban ditinggal sendirian di saung karena kakak korban yang bernama Arsad mencari burung.

"Saat jam setengah empat sore, Arsad menemukan korban dalam keadaan meninggal," ujar Dani, Sabtu (31/8/2019).

3. Korban Lakukan Perlawanan Luar Biasa

Menurut laporan Dirkrimum Polda Banten Kombes Novri Turangga, S sempat lakukan perlawanan yang luar biasa.

Korban sempat melawan dengan berteriak.

Namun dibacok pakai golok.

Korban mencoba menangkisnya dengan pakai tangan kanan hingga terluka parah.

Perlawanan korban dinilai luar biasa karena ia masih berusaha menangkis bacokan golok pelaku dengan tangan kiri, namun lagi-lagi tangan kirinya terluka parah.

Kendati kedua tangannya terluka parah, menurut keterangan pelaku yang disampaikan ke penyidik, korban masih sempat melawan dan berteriak.

Dalam kondisi tersebut, pelaku langsung melukai leher korban hingga tewas.

4. Dirudapaksa Meski Tewas Bersimbah Darah

Berdasarkan pengakuan pelaku, korban S masih terus disetubuhi meski sudah tidak bernyawa.

"Dirudapaksa lagi dalam keadaan sudah tidak bernyawa dan berlumuran darah," kata Novri.


(Tribunjabar.id)





Related Post



Comment