Advertisement

‘Jaga Ibu’, Pesan Herjuno Korban Lion Air JT-610 kepada Anaknya

Malda 7 11 18 Hot News
‘Jaga Ibu’, Pesan Herjuno Korban Lion Air JT-610 kepada Anaknya

Terasjabar.id - Jenazah Herjuno Darpito (47 tahun), satu di antara 44 jasad teridentifikasi korban kecelakaan Lion Air JT-610, disemayamkan di rumah duka di Tangerang, Banten, pada Selasa malam, 6 November 2018.

Namun jasad pegawai Pelindo II itu akan dimakamkan di kampung halamannya di Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Jenazahnya disalatkan lebih dahulu di Masjid Muhajirin sebelum diterbangkan ke Yogyakarta.

Herjuno hendak pergi ke Pangkalpinang, Bangka Belitung, dengan pesawat Lion Air JT-610 untuk bekerja di sana. Sebelum pergi, dia berpesan kepada anaknya, Safira, agar menjaga sang ibu. Tak ada pesan lain selain itu.

"Terakhir, kan, mengantar ponakan ke sekolah untuk pergi ke Bandung, terus cuma pesan, jaga ibu. Itu saja Safira cerita," kata Heri, adik ipar Herjuno.

Herjuno tak berfirasat apa pun sebelum peristiwa nahas itu. Dia cuma sempat mengungkapkan kekhawatirannya terbang dengan pesawat Lion Air untuk pergi ke Pangkalpinang saat bercengkerama dengan beberapa tetangga sehari sebelumnya.

"Waktu Minggu sore itu, sebelum kejadian, beliau main sama kita (tetangga). Beliau ikut ngobrol bareng, dan di sana dia cerita takut naik Lion Air; enggak bisa naik Lion karena takut," kata Ahmad Saeful, seorang tetangga korban.

Herjuno diketahui kali pertama terbang dengan pesawat Lion Air dalam perjalanan dinasnya. Ia memilih menggunakan Lion lantaran harus melakukan penerbangan pagi.

Para kerabat berdatangan untuk mengucapkan bela sungkawa atas kepergian Herjuno, yang dikenal ramah meski jarang berada di Tangerang karena dinasnya di Pangkalpinang.

Potongan jenazah Herjuno terindentifikasi melalui DNA anak tunggalnya, Safira, yang mendatangi RS Polri di Jakarta pada Rabu, 30 Oktober. Safira dijemput dan diantar sejumlah pejabat pejabat Pelindo II untuk pemeriksaan DNA itu.

(Tika/Sumber:Viva.co.id)

Related Post

Comment