Advertisement

Tips Persiapan Keuangan Buat Pegawai yang Mau Resign

Malda 7 11 18 Life Style
Tips Persiapan Keuangan Buat Pegawai yang Mau Resign

Terasjabar.id - Ada kalanya pegawai memutuskan untuk resign atau berhenti dari pekerjaan karena berbagai macam hal. Bisa saja karena ketidakcocokan dengan lingkungan kerja, overtime atau beban kerja yang terlalu berat, tempat kerja yang tidak mengakomodasi passion, hingga kesejahteraan yang minim atau alasan lainnya.

Meski dengan resign setidaknya sudah terlepas dari hal-hal tersebut, namun masalah lain lantas bisa saja muncul, yaitu keuangan setelah resign. Pasalnya, pemasukan keuangan setelah resign tentu bakal berbeda dibanding saat masih bekerja. Terutama jika tak langsung mendapat pekerjaan baru.

Lalu, bagaimana mengantisipasi agar keuangan tetap stabil setelah resign?
Perencana Keuangan Eko Indarto menyarankan agar karyawan memikirkan kemungkinan itu jauh-jauh hari dengan melakukan persiapan.

"Ketika memutuskan buat resign sebaiknya punya dana cadangan sebesar 6 kali pengeluaran bulanan," kata Eko. 
Sehingga kata Eko, itulah perlunya menyisihkan dana darurat atau cadangan setiap bulannya ketika masih aktif bekerja.

"Setidaknya terkumpul tabungan 3-6 kali pengeluaran bulanan ketika masih kerja," imbuhnya.

Eko menekankan anggaran cadangan itu sebaiknya dipisahkan menjadi rekening tersendiri agar tak tercampur dan terkendali pemakaiannya.

"Pisahkan dulu uang besarnya di deposito, sisakan hanya 4 kali pengeluaran bulannya di rekening untuk konsumsi, sehingga terbiasa dengan gaya hidup yang tak berubah setelah resign. Tapi kalau 4 bulan belum dapat pekerjaan, maka taruh lagi 4 bulan uang tabungan di rekening yang untuk keperluan dan seterusnya," tegasnya.
Di samping itu, Eko juga menyarankan untuk melakukan penghematan selama masa peralihan dari bekerja ke pengangguran sampai mendapatkan kerja.

"Atur pola pengeluaran, dalam hal ini pasti nih diperhatikan pengeluaran-pengeluaran yang tidak perlu untuk ditahan dulu," ucap dia.

Satu lagi yang tak kalah penting menurut Eko adalah pengelolaan investasi. Jika memang perlu, ada baiknya karyawan juga menunda dulu untuk berinvestasi sampai pemasukan kembali stabil.

"Investasi bisa dihentikan dulu karena konsentrasi di hutang dan biaya hidup dulu," tutupnya.
(Tika/Sumber:Kumparan.com)

Related Post

Comment