Advertisement

Kamis, 5 September 2019 17:06 WIB

Berbekal Kemampuan Mengubah Suara, Pecinta Burung Menipu 20 CPNS

Dea —Hot News
Berbekal Kemampuan Mengubah Suara, Pecinta Burung Menipu 20 CPNS

Terasjabar.id - Berbekal kepiawaiannya mengubah suara, seorang pecinta burung yang bernama Damako Siada (35), warga Dusun Areng-Areng, Kelurahan Dadaprejo, Kota Batu, Jawa Timur menipu 20 CPNS dari berbagai daerah di Indonesia. 

Dilansir dari timesindonesia.co.id, laki-laki yang memiliki banyak nama alias mulai dari Diko alias Levin alias Rudi alias Wirohardjo alias Budi Yuwono ini berhasil menguras Rp 600 juta dari saku para CPNS.

Berbekal handphone, Diko menipu para CPNS ini dengan dibantu Moh Kharis Slamet Waluyo alias Aris alias Zein, 33, warga Tanjungrejo, Sukun, Kota Malang. 

Mapolres-Batu-b.jpg

Diko bisa memalsu empat suara orang yang berbeda untuk meyakinkan calon korban agar mengirimkan calon korban. 

"Diko memasang jerat penipuan lewat Hadi, temannya yang juga sesama pecinta burung. Diko membujuk Hadi bahwa ia bisa meluluskan anggota keluarganya menjadi CPNS pada tahun 2014," ujar Wakapolres Batu, Kompol Zein Mawardi AMd. 

Tidak hanya berhasil menyakinkan Hadi, Diko mampu memperalat Hadi agar membujuk korban lainnya. Hingga akhirnya ada 20 korban yang tertipu. 

Saat itu kepada korban Diko berpura-pura menjadi ahli IT yang sering dimintai tolong oleh Polda untuk melacak nomor telepon. Ia mengaku memiliki beberapa kenalan pejabat di Kementerian. 

Ia menyebut nama seorang pejabat yang bernama Rudi Wiroharjo yang bisa membantu meluluskan tes seleksi CPNS. 

Syaratnya menyerahkan nama peserta, formasi (posisi) yang di ikuti, nomor pendaftaran, dan biaya operasional sebesar Rp 2,5 juta sampai dengan Rp 10 juta. 

Mapolres-Batu-c.jpg

Agar korban yakin, Diko menyarankan Hadi agar menelepon Rudi Wiroharjo, padahal sebelumnya nomor perdana itu baru saja dibeli oleh tersangka beberapa waktu lalu. 

Hadi pun telepon dan diangkat oleh Diko yang sudah merubah suaranya menjadi suara orang lain agar tidak dikenali oleh korban. 

Kemudian korban mentranfers ke nomor rekening yang diakui milik istri Rudi, yang bernama Retno Widyastutik beralamat di Jakarta. Sebenarnya nomor milik tersangka. 

Melalui tangan Hadi juga, Diko berhasil menipu korban lainnya. Sama seperti Hadi semua korban mentransfer ke nomor rekening teman tersangka ini, hingga total dana yang diterima tersangka Diko sebesar Rp 600 juta. 

Ternyata saat ujian CPNS tahun 2014 tidak ada satu pun yang diterima menjadi PNS. Sehingga beberapa korban menuntut Hadi untuk mengembalikan uang, sehingga akhirnya terpaksa Hadi mengembalikan uang sebesar Rp 300 juta. 

Penipuan terhadap Hadi tidak berhenti disitu saja, pertengahan tahun 2018 tersangka Diko tiba-tiba menghubungi pelapor dengan alasan akan mengembalikan uang milik pelapor. 

Ia mengatakan kalau memiliki teman Direktur Kemenpan RI yang bernama Budi Yuwono. Sama seperti sebelumnya Budi adalah pejabat abal-abal yang diperankan teman tersangka yang bernama Kharis. 

Selain menyamar sebagai Budi, Kharis juga membuat suara palsu bernama Zein yang mengaku anak buah Budi. 

Selanjutnya tersangka Kharis  meminta nomor registrasi CPNS tersebut dengan syarat untuk operasional orang-orang BKN di wilayah dengan nominal Rp2,5 juta sd Rp.30 juta dan disuruh tranfers ke rekening BCA atas nama Indah.  Kemudian Hadi mengirimkan uang sebesar Rp 308 juta. Setelah mentransfer, Diko yang pintar mengubah suara untuk menipu CPNS tidak lagi menghubungi.

Berbekal Kemampuan Mengubah Suara Pecinta Burung Menipu 20 CPNS



Related Post



Loading...

Comment