Advertisement

Rabu, 4 September 2019 16:56 WIB

Batal Dapat Hadiah Rp 1 Juta dari Grab, Konsumen Gugat Rp 2 M

Dea —Teras Bisnis
Batal Dapat Hadiah Rp 1 Juta dari Grab, Konsumen Gugat Rp 2 M

Terasjabar.id - PT Solusi Transportasi Indonesia (Grab) digugat oleh salah seorang konsumennya yang bernama Zico Leonard Djagardo Simanjuntak di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. 

Dalam petitumnya, penggugat menuntut antara lain agar Grab memberikan ganti rugi materiel kepada penggugat sebesar Rp 1 juta dan ganti rugi imateriel sebesar Rp 2 miliar. “Kami juga meminta Menteri Komunikasi dan Informatika untuk mencabut izin terkait status Grab sebagai Penyedia Platform Melalui Sistem Elektronik,” kata kuasa hukum penggugat, David Tobing.


David Tobing mengatakan bahwa gugatan tersebut bermula ketika PT Solusi Transportasi Indonesia (Grab) sebagai tergugat 1 mengadakan program challenge (tantangan). Dalam program tersebut, setiap konsumen dapat memilih berbagai jenis tantangan. Bagi yang telah menyelesaikan tantangannya, Grab akan memberikan hadiah.

Zico, sebagai pengguna aplikasi Grab, kata David, mengikuti tantangan Jungglenaut, yaitu naik Grab sebanyak 74 kali. “Setelah menyelesaikan tantangan Jungglenaut, Zico mendapatkan notifikasi hadiah. Namun, kenyataannya Zico tidak menerima hadiah yang dijanjikan, yaitu saldo OVO senilai Rp1 juta,” ungkap David, Selasa, 3 September 2019.

Setelah dilakukan pengecekan melalui aplikasi Grab, ternyata ada syarat dan ketentuan yang berubah secara tiba-tiba. Perubahan tersebut didasari pencantuman klausula baku berupa Grab berhak untuk mengubah syarat dan ketentuan tantangan tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Menurut David, tindakan Grab mengubah aturan secara sepihak adalah melanggar Pasal 18 ayat 1 huruf g Undang-Undang Perlindungan Konsumen. “Grab juga telah memuat konten yang dilarang dalam Surat Edaran Menkominfo Nomor 5 Tahun 2016 tentang Batasan dan Tanggung Jawab Penyedia Platform dan Pedagang Perdagangan Melalui Sistem Elektronik Yang Berbentuk User Generated Content, yaitu konten yang memiliki unsur ketidakjujuran,” kata dia.

Selain Grab, Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Menkominfo) Rudantara juga dijadikan sebagai tergugat 2. Sebab, Kominfo dinilai tidak melakukan bimbingan dan pengawasan kepada Grab sehingga merugikan konsumen seperti Zico.

Menurut David, gugatan ini selain untuk penegakan hukum juga untuk mengingatkan Grab agar melindungi hak-hak konsumen yang menggunakan platform atau aplikasi miliknya. “Kemungkinan ada banyak konsumen yang dirugikan dan tindakan Grab tersebut diduga telah memenuhi unsur pidana menurut UUPK maupun KUHP. Kami masih mencadangkan hak kami untuk melaporkan ke Kepolisian” pungkas David.

Terkait dengan gugatan tersebut, Direktur Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata belum bersedia memberikan keterangannya ketika dihubungi Bisnis.

(tempo.co)

Batal Hadiah Rp 1 Juta Grab Konsumen Gugat Rp 2 M



Related Post



Comment