Advertisement

Selasa, 3 September 2019 19:48 WIB

Beri Efek Jera, Polisi Hadirkan Hantu Korban Lakalantas

Alip Bagja Nur Ilahi —Opini Anda
Beri Efek Jera, Polisi Hadirkan Hantu Korban Lakalantas

Terasjabar.id - Banyak cara yang dilakukan Satlantas Polres Gresik, untuk mengedukasi pengendara agar tertib di jalan raya. Salah satunya, menghadirkan "hantu korban lakalantas".

Dalam operasi besar-besaran di sekitar Terminal Bunder, Kabupaten Gresik, Selasa (3/9/2019), Satlantas Polres Gresik, POM TNI, serta Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Gresik, dibantu para "hantu korban lakalantas".

"Ini bagian cara kami mengedukasi para pengendara. Biar ada efek jera, hingga wajib memetuhi peraturan lalu lintas," ujar Kaur Bin Ops (KBO) Satlantas Polres Gresik, Iptu Khoirul Alam.


Para hantu tersebut mengenakan pakaian putih dengan bercak merah layaknya darah. Wajahnya juga luka-luka. Hal itu sebagai bentuk edukasi kepada pelanggar lalu lintas.

Pasalnya, para hantu itu merupakan korban lakalantas yang tidak mematuhi aturan berlalu lintas. Seperti tidak mengenakan helm SNI dan berkendara melawan arus.

Beri Efek Jera, Polisi Hadirkan Hantu Korban Lakalantas

Dalam operasi tersebut pelanggar dilakukan sidang di tempat. Jaksa penuntut umum (JPU) dan hakim juga ada di lokasi. Sedikitnya sekitar 62 pengendara motor yang mengikuti persidangan.

"Para hantu ini bagian dari edukasi kepada masyarakat. Yang menggambarkan bahwa mereka (hantu, Red) adalah korban kecelakaan. Tangan dan wajahnya mengalami luka," kata Iptu Khoirul Alam.

Dijelaskan, tujuan Operasi Patuh Semeru 2019 ini untuk memberikan efek jera kepada pengguna jalan yang melanggar lalu lintas.

Setidaknya, masih jelas Khoirul Alam, ada tiga prioritas utama yang menjadi incaran. Yakni pengendara melawan arus, tidak mengenakan helm SNI dan pengendara di bawah umur. "Sebagian besar yang kami tindak penilangan banyak anak di bawah umur," ungkapnya.

(SINDOnews.com)

Beri Efek Jera Polisi Hadirkan Hantu Korban Lakalantas



Related Post



Comment