Advertisement

Selasa, 3 September 2019 19:41 WIB

Instansi Pemerintah Berlomba-lomba Bikin Iklan Bertemakan KKN di Desa Penari

Muhammad Fauzi Fikri —Opini Anda
Instansi Pemerintah Berlomba-lomba Bikin Iklan Bertemakan KKN di Desa Penari

Terasjabar.id - Beberapa waktu belakangan, publik tengah ramai membicarakan sebuah utas horor di Twitter berjudul KKN di Desa Penari, yang dibagikan oleh pengguna Twitter dengan akun @SimpleM81378523 aka SimpleMan.

Memanfaatkan ramainya cerita tersebut, sejumlah instansi pemerintah memanfaatkan situasi itu dengan membuat iklan bertemakan KKN di Desa Penari, salah satunya perusahaan BUMN yang selama ini memasok listrik negara, PLN.

Melalui postingan di akun Instagram resmi mereka pada Sabtu (31/8), PLN menyebut bahwa kini sudah banyak desa di Indonesia yang sudah terang benderang pada malam hari, sehingga orang-orang nggak perlu merasakan suasana mencekam seperti cerita KKN Desa Penari.

"Kini banyak yang sudah terang benderang. Tak perlu lagi gunakan pelita. Tak butuh lagi genset hingga batas maksimal jam 9 malam. Cerita PLN berjuang melistriki negeri bukan hanya cerita misteri, silahkan buktikan sendiri," tulis akun PLN sambil menyematkan tagar #kkndesapenari.

Selain itu, ada juga Kementerian Kelautan dan Perikanan yang meminta orang-orang tetap menjaga kebersihan lingkungan, baik ketika melangsungkan kegiatan KKN di Desa Pesisir maupun Desa Penari.

"Ayo jaga laut kita. Awas… Ratu Laut lebih tegas daripada Ratu Ular," tulis KKP di Instagram sambil menyematkan foto Menteri Susi Pudjiastuti.

Akun Ditjen Pajak Indonesia di Twitter pun nggak mau kalah, taxmin yang selama ini memang dikenal kocak membuat komik strip bertemakan KKN di Desa Penari, sambil menjelaskan bahwa dana pembangunan desa sebagian besar diambil dari pajak.

"Tahukah bila dari 70 triliun dana desa pada APBN, 50 triliun di antaranya bersumber dari pajak yang Kawan Pajak bayarkan? Dana desa inilah yang turut digunakan untuk membiayai jalan yang kita lewati," tulis Ditjen Pajak RI sambil membagikan komik buatan mereka.