Advertisement

Senin, 2 September 2019 10:07 WIB

Cantiknya 25 Ribu Kincir Angin Warna-warni, Wisata Instagramable Baru ala Bumi Kitiran

Epenz —Yuk Piknik
Cantiknya 25 Ribu Kincir Angin Warna-warni, Wisata Instagramable Baru ala Bumi Kitiran

(detiktravel : Google)

Terasjabar.id -  Berawal dari kurang produktifnya lahan jeruk yang dimilikinya, seorang petani di Dusun Binangun, Desa Bumiaji, Kota Batu, menyulap kebun jeruk menjadi objek wisata bumi kitiran. Menempati luas lahan 8.000 meter persegi, Sukaji Widyantoko, menyulap lahannya dengan membuat 25 ribu kincir angin yang menjadi salah satu destinasi wisata instagramable terbaru di Kota Batu.

Berada di Dusun Binangun, Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, ribuan kincir angin beraneka ragam warna ini menjadi wisata instagramable dan memiliki daya tarik tersendiri. Terlebih ketika tiupan angin tiba, maka suara ribuan kincir angin berputar seolah menjadi irama nada.

Bumi Kincir Angin

Bahkan barisan kincir angin yang tersusun rapi dengan di perbukitan yang berwarna - warni, mulai dari merah, hijau, biru, kuning, ungu, hingga oranye, akan memanjakan mata anda. Kincir angin ini disusun pada sebuah bambu setinggi 60 - 70 cm yang tertanam di tanah.


"Awalnya kami iseng - iseng memanfaatkan lahan jeruk yang tak produktif, dengan membuat wisata yang belum ada di Jawa Timur. Kebetulan teman kami ada yang buat di Magelang, jadi kenapa tidak kami coba di sini, kebetulan suasana dan alamnya mendukung," ungkap Sukaji ditemui Okezone.

Wisata Bumi Kincir Angin Batu

Ia menambahkan untuk mengubah kebun jeruknya menjadi ribuan kincir angin ini tidaklah mudah. Diperlukan setidaknya waktu 2 bulan untuk memulai dari awal menebangi pohon jeruk dan menggantinya dengan 25 ribu kincir angin.

"Waktunya dua bulan dan memerlukan modal awal Rp 250 juta. Jadi yang sulit itu memotongi pohon jeruknya, biayanya juga banyak digunakan di jasanya," tambahnya.

Namun usaha Sukaji berbuah manis, kini Wisata Bumi Kitiran menjelma menjadi destinasi wisata Instagramablebaru yang digandrungi anak muda. Bahkan meski letaknya yang cukup jauh dari jalan raya, tak membuat sepi tempat wisata yang baru dibuka pada 18 Agustus 2019 lalu. "Sejak dibuka untuk umum pada 18 Agustus 2019 lalu setidaknya sehari dikunjungi 100 pengunjung, kalau weekend bisa sampai 300 pengunjung. Ya meski dengan segala keterbatasannya termasuk akses jalan menuju lokasi yang masih jelek dan jauh," terangnya.

Selain kendala sarana prasarana jalan, Sukaji mengaku tempat wisata yang dibuatnya ini masih belum selesai 100 persen. Bahkan beberapa spot foto masih dalam tahap penyempurnaan.

"Ya ini kami masih terus benahi, kalau sekarang masih 70 persenlah spot-spot-nya. Kami paksa untuk buka dulu sambil jalan untuk mendapat pemasukan," bebernya.

Wisata Bumi Kitiran

Meski terkesan mewah nan Instagramable, pengunjung yang datang cukup membayar Rp 10 ribu sekali masuk. Dari tarif tersebut pengunjung sudah dapat menikmati sensasi kincir angin yang terbuat dari plastik jenis pakosit dan bebas berfoto di spot-spot yang tersedia.


"Kami mematok tarif segini sudah disesuaikan dengan kondisi perekonomian masyarakat Malang dan Batu sinilah," jelasnya.

Benar saja, salah satu pengunjung Ryke Devianti mengaku tertarik dengan Wisata Bumi Kitiran lantaran melihat unggahan di salah satu akun instagram.

"Baru pertama kali di sini. Saya dapat infonya dari instagram. Konsepnya bagus dan unik, belum ada di Malang dan Jawa Timur," tuturnya.

Mahasiswi salah satu perguruan tinggi swasta di Malang ini juga menyatakan tiket masuknya yang terjangkau, membuat ia bersama temannya memilih menghabiskan waktu di Wisata Bumi Kitiran ini.

"Tiketnya terjangkau, di sini kita bebas foto, membuat video yang Instagramable banget. Hasilnya nanti bisa untuk stok foto di medsos," ucap perempuan asal Gresik ini.


Wisata Bumi Kitiran Kece

Ke depan, Sukaji tak hanya ingin lahannya menjadi tempat wisata selfie belaka, namun bisa mengedukasi anak - anak, mengingat kincir angin menjadi salah satu mainan tradisional di Jawa yang sudah jarang dimainkan.

"Kami ingin melestarikan permainan kitiran (kincir angin) sebagai permainan tradisional anak-anak. Ke depan kami ingin tempat ini juga menjadi wisata yang mengedukasi anak - anak TK, SD, bahkan sampai SMP supaya permainan itu lestari," tukasnya.

Wisata Bumi Kincir Angin

Bagi kalian yang tertarik menikmati sensasi tiupan angin sambil mendengar bunyi ribuan kincir angin berputar tak ada salahnya menempatkan destinasi wisata Bumi Kitiran ini sebagai tujuannya.

Namun perlu dicatat, wisata yang berada di lereng Gunung Arjuno ini buka sejak pukul 09.00 WIB - 16.00 WIB. Soselamat menikmati hembusan angin.

(Okezone.com)

Wisata Batu Pariwisata Batu Wisata Instagramable



Related Post


 


Comment