Advertisement

14 Kepala Dinas di Pemkot Cimahi Diganti, Wali Kota Ajay Pimpin Pelantikannya

Epenz 6 11 18 Teras Cimahi
14 Kepala Dinas di Pemkot Cimahi Diganti, Wali Kota Ajay Pimpin Pelantikannya

Terasjabar.id - Pemerintah Kota Cimahi melakukan pergantian terhadap 14 Pejabat Pimpinan Tinggi (PPT) Pratama atau sekelas kepala Dinas di lingkungan Pemerintah Kota Cimahi.

Pergantian pejabat yang dipimpin Wali Kota Cimahi, Ajay M Priatana itu dilaksanakan di Gedung A Kompleks Perkantoran Pemkot Cimahi, Jalan Demang Hardjakusumah, Kota Cimahi, Senin (5/11/2018).

Ajay mengatakan, pelantikan terhadap pejabat eselon II tersebut merupakan rangkaian dari pengisian dan penempatan para pejabat untuk menguatkan struktur dan tim kerja Pemerintah Kota Cimahi.

Hal tersebut, kata Ajay, guna mencari solusi permasalahan yang muncul di masyarakat, sekaligus mensukseskan kegiatan pembangunan yang sudah direncanakan.

"Insyaallah pelantikan hari ini merupakan bagian dari rencana menguatkan tim aparatur, dimana kepala dinas yang dilantik hari ini akan menguatkan dinas dalam proses percepatan memanagement administrasi pemerintahan dan pembangunan," katanya.

Menurutnya, untuk menguatkan kapasitas organisasi tersebut, para pimpinan unit dan koordinator unit haruslah dapat membangun kekuatan tim.

"Karena tuntutan masyarakat, permintaan pemerintah pusat dan provinsi kepada pemerintah daerah untuk dapat melakukan percepatan dalam pelaksanaan pembangunan membutuhkan kapasitas dan kompetensi serta inovasi organisasi pemerintah di daerah," katanya.

Kepala Badan Pengelolaan Kepegawaian Sumber Daya Manusia Daerah (BPKSDMD) Kota Cimahi, Harjono mengatakan, sesuai Peraturan Pemerintah (PP) nomor 11 tentang kepegawaian untuk rotasi mutasi terhadap Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama menggunakan Panitia Seleksi (Pansel) dengan aturan yang digunakan tiga dua yaitu tiga dari eksternal dan dua untuk internal.

Namun, untuk rotasi mutasi yang dilakukan saat ini, pihaknya menggunakan kelima pansel dari eksternal Pemkot Cimahi, yang terdiri dari dua akademisi, satu tokoh masyarakat dan satu dari birokrat serta satu budayawan.

"Akademisi dari UPI, tokoh masyarakat pak Yani mantan Sekda, birokrat pak Heri Hudaya kepala BPSDM Provinsi Jabar dan budayawan pak Tata dari Paguyuban Pasundan," katanya.

Menurut Harjono, sebenarnya ada 14 Pejabat Pimpinan Tinggi (PPT) yang di assesment, dari ke 14 orang tersebut Pansel merekomendasikan kepada walikota 11 orang untuk dilakukan mutasi dan dua orang tetap dengan jabatannya.

"Pansel melakukan penilaian dari track record (rekam jejak), lalu pansel mengedarkan kepada eselon 3 untuk melakukan penilaian terhadap eselon 2 yang tidak diketahui oleh para pejabat tersebut lalu pansel juga meminta para eselon dua untuk membuat makalah," ujarnya.


(Hadidena/Sumber: Tribun Jabar)

Related Post

Comment