Advertisement

Minggu, 1 September 2019 10:22 WIB

Siap-siap, Tarif Ojol Naik Mulai Hari Senin

Dea —Teras Bisnis
Siap-siap, Tarif Ojol Naik Mulai Hari Senin
Terasjabar.id - Gojek dan Grab akhirnya segera menaikkan tarif ojek online (ojol) di seluruh wilayah Indonesia mulai Senin (2/9). Kenaikan itu dilakukan setelah serangkaian uji coba bertahap di beberapa wilayah yang sudah ditentukan.

Kepastian kenaikan tarif di seluruh Indonesia ini diumumkan langsung oleh Direktur Angkutan Jalan Kementerian Perhubungan, Ahmad Yani.

“Jadi mulai nanti tanggal 2 (September) dini hari, hari Senin akan diberlakukan tarif sesuai dengan Keputusan Menteri Nomor 348. Jadi saat ini tanggal 2 sudah seluruh kota yang ada di Grab dan Gojek,” kata Yani di Kantor Kemenhub, Jakarta, Kamis (29/8).

Yani mengungkapkan kenaikan tarif ojol ini dilakukan sesuai dengan kajian. Selain itu, kenaikan ini juga sudah disetujui khususnya oleh kedua aplikator. Saat ini ada total 224 kota dari Grab. Sedangkan Gojek sebanyak 221 kota.

Atas kenaikan ini, Yani berharap ada peningkatan kualitas layanan dari Gojek dan Grab termasuk dari segi keselamatan. Ia menegaskan Kemenhub akan selalu memonitor pelaksanaan kebijakan ini khususnya dengan dibantu oleh Dinas Perhubungan setempat.

“Harapannya semua adalah ini bisa meningkatkan kesejahteraan para driver, juga meningkatkan penggunaan transportasi berbasis ojek online di masyarakat dan penting mempunyai kepastian bagi driver dan masyarakat,” tutur Yani.

Seperti diketahui, kenaikan tarif ini sudah dimulai dengan penerapan di masing-masing zona yang ditentukan. Zona I mencakup daerah Jawa (non-Jabodetabek), Sumatra, dan Bali tarif batas bawah sebesar Rp 1.850 per kilometer dan batas atas Rp 2.300 per kilometer. Sementara itu, tarif minimal atau dalam 4 kilometer pertama yakni Rp 7.000 hingga Rp 10.000.

Zona II meliputi wilayah Jabodetabek tarif batas bawahnya sebesar Rp 2.000 per kilometer dan batas atasnya Rp 2.500 per kilometer. Sementara tarif minimal dalam 4 kilometer pertama sebesar Rp 8.000 hingga Rp 10.000.

Sementara Zona III meliputi Kalimantan, Sulawesi, NTT, dan Maluku tarif batas bawahnya sebesar Rp 2.100 per kilometer dan batas atas sebesar Rp 2.600 per kilometer. Sedangkan tarif minimal dalam 4 kilometer pertama adalah sebesar Rp 7.000 hingga Rp 10.000.


Pengemudi ojek online (ojol) menunggu penumpang. Foto: ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
Gojek dan Grab Komitmen Perbanyak Shelter

Adanya kenaikan tarif itu membuat Gojek dan Grab diminta untuk terus meningkatkan pelayanannya. Yani menyoroti salah satu fasilitas yang harus dimaksimalkan oleh kedua aplikator itu adalah penambahan shelter ojol.


Shelter yang dibangun, kata Yani, harus mudah dijangkau oleh masyarakat. Untuk mewujudkannya, Yani mengatakan Gojek dan Grab bisa menggandeng berbagai pihak terkait penerapannya.

“Saya yakin di beberapa tempat bisa kerja sama langsung antara aplikator dengan tempat-tempat tersebut. Ini kesempatan baik buat sediakan shelter sehingga mitranya memperoleh kemudahan-kemudahan baik dapat penumpang dan istirahat,” tutur Yani.

Menanggapi hal itu, Head of Strategy & Planning Public Affairs Grab Indonesia, Tirza R. Munusamy mengungkapkan pihaknya saat ini sudah memiliki 90 shelter di Jabodetabek. Selain itu, kata Tirza, ada beberapa shelter yang sudah dibangun di daerah lainnya. Ia memastikan akan terus memperbanyak shelter.

“Ini masih berproses kita tambah jumlah shelter ada Pemda dan instansi lainnya. Kami sasar juga tempat-tempat lainnya. Jumlahnya dinamis lihat mobilitas penumpang. Jangka waktunya sesegera mungkin,” terang Tirza.

“Prioritasnya di tempat-tempat transit banyak orang berkumpul agar bisa terurai,” tambahnya.

Senada dengan Tirza, Senior VP Public Policy and Government Relations Gojek, Panji Ruky memastikan pihaknya berkomitmen menambah shelter. Namun, ia belum bisa membeberkan detailnya.

Ia hanya memastikan akan bekerja sama dengan pihak-pihak terkait seperti Pemprov DKI dan PT MRT Jakarta mengenai pembangunan shelter.

“Intinya buat shelter komprehensif tidak hanya soal space, tapi memang itu juga penting. Di berbagai stasiun itu space terbatas makanya kita akan kerja sama cari solusi,” tutur Panji.
(kumparan.com)




Related Post



Comment