Advertisement

Musim Hujan, Ini Instruksi Bupati Bandung Barat untuk Jajarannya

Nada 6 11 18 Teras KBB
Musim Hujan, Ini Instruksi Bupati Bandung Barat untuk Jajarannya

Terasjabar.id - Tingginya intensitas hujan akhir-akhir ini berpotensi menyebabkan berbagai bencana alam, seperti longsor dan pergerakan tanah. Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna menginstruksikan organisasi perangkat daerah terkait untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi tersebut."Khususnya BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) agar meningkatkan kesiapsiagaan. Sebab, curah hujan cukup tinggi," ujarnya, Senin 5 November 2018.


Dia menuturkan, wilayah Bandung Barat yang memiliki daerah perbukitan di utara dan selatan cukup rawan bencana. Tak hanya longsor dan pergerakan tanah, bahkan banjir juga harus diwaspadai. Dengan kondisi itu, ia pun mengimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Di antaranya, dengan terus berkoordinasi dengan aparat kewilayahan serta instansi terkait sebagai upaya mitigasi bencana. 


"Tidak hanya BPBD, tetapi juga semua pegawai pemerintah harus siap siaga agar bisa senantiasa hadir di tengah masyarakat," ujar Umbara.


Seperti diketahui, setidaknya terdapat 16 kejadian bencana yang tercatat sejak 27 Oktober 2018. Data BPBD Kabupaten Bandung Barat, sejumlah bencana tersebut terjadi di 9 kecamatan, yakni Sindangkerta, Gununghalu, Pa­rongpong, Cililin, Cisa­rua, Ngamprah, Ci­kalongwetan, Cihampelas, dan Padala­rang.


Sosialisasi

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung Barat, Duddy Prabowo mengungkapkan, pihaknya terus menyosialisasikan kepada masyarakat baik secara langsung maupun melalui aparat kewilayahan mengenai mitigasi bencana. "Artinya, siapa pun harus tahu apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana. Ini akan meminimalisasi dampak bencana," ujarnya.


Sementara itu, beberapa waktu lalu Kampug Siaga Bencana (KSB) di Desa Cipada, Kecamatan Cisarua dikukuhkan oleh Kementerian Sosial. Keberadaan KSB diharapkan bisa membantu penanganan bencana secara lebih optimal.


Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam pada Kementerian Sosial Margowiyono yang mengukuhkan KSB mengungkapkan, KSB harus menjadi garda terdepan dalam melakukan penyelamatan saat terjadi bencana. "Para anggota KSB ini dilatih dan disiapkan agar bisa melakukan penyelamatan pertama. Dan, hal ini cukup efektif untuk meminimalisasi korban," ujarnya.***


(Hadidena/Sumber: PikiranRakyat)

Related Post

Comment