Advertisement

Khawatir Banjir Besar, Ratusan Siswa SD di Pangandaran Diliburkan

S.N.A 6 11 18 Hot News
Khawatir Banjir Besar, Ratusan Siswa SD di Pangandaran Diliburkan

Terasjabar.id.- Ratusan pelajar Sekolah Dasar Negeri 2 Cintaratu, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran terpaksa diliburkan. Pasalnya air hujan yang mengalir pada saluran drainase yang berada di depan gedung sekolah meluap sehingga menggenangi halaman dan seluruh ruangan kelas di SDN 2 Cintaratu hingga beberapa sentimeter.

"Khawatir genangan air akan terus meninggi, maka terpaksa siswa-siswi di SDN 2 Cintaratu kami liburkan, dan dianjurkan belajar di rumah," ungkap Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Parigi Dinas Pendidikan, Pemuda Dan Olahraga Kabupaten Pangandaran, Kamal, Senin, 5 November 2018.

Pasalnya, kata Kamal, air dari saluran drainase terus mengalir dan membanjiri halaman dan seluruh ruangan kelas. Beruntung, kondisi tersebut menurut Kamal tidak berlangsung lama. 

"Banjir yang masuk ke pekarangan sekolah kedalamannya hingga sebatas lutut orang dewasa, tapi kalau di dalam ruangan kelas, genangan air tidak terlalu tinggi cuma 5 sentimeter. Tapi banyak peralatan sekolah menjadi basah termasuk peralatan belajar para siswa. Tidak lama siswa dipulangkan, tidak lama kemudian genangan air kembali surut," ujarnya, seraya Kamal mengatakan, ada 120 siswa di SDN 2 Cintaratu yang dipulangkan akibat banjir.

Dirinya berharap, agar kontruksi drainase yang terlalu kecil yang berada di depan SDN 2 Cintaratu segera diperbaiki, mengingat sekarang mulai sudah memasuki musim penghujan.  Sementara Camat Kecamatan Parigi, Edih Saprudin saat dikonfimasi membenarkan terjadinya banjir yang menggenangi gedung sekolah di SDN 2 Cintaratu dan segera mengecek ke lokasi. 

"Sepertinya air hujan berasal dari lingkungan pemukiman warga yang mengalir melalui saluran di depan sekolah di saat turun hujan," jelasnya. 

Meluapnya air dari saluran dan membanjiri lingkungan sekolah, menurut Edih, dikarenakan konstruksi gorong-gorong yang terlalu kecil sehingga tidak bisa menampung air yang mengalir. Akhirnya air tumpah dan menggenangi gedung sekolah. 

Waspada

Ditempat terpisah, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Dan Penanggulangan Bencana, Nana Ruhena mengingatkan bahwa saat ini sudah mulai masuk musim penghujan. Dirinya menghimbau kepada masyarakat untuk waspada.  "Karena melihat dari kondisi potensi bencana banjir dan longsor di beberapa kecamatan di Kabupaten Pangandaran cukup tinggi," ungkap Nana. 

Nana memaparkan, untuk daerah yang memiliki potensi bencana longsor ada di daerah pegunungan seperti di wilayah Kecamatan Langkaplancar dan Sidamulih. Sedangkan untuk daerah yang berpotensi banjir ada beberapa wilayah di Kecamatan Mangunjaya, Padaherang, Pangandaran, dan sebagian di Kecamatan Parigi.

"Untuk meminimalisasi korban di Desa Kalijati Kecamatan Sidamulih, kami sudah memasang alat EWS bencana longsor dan di Desa Sukanagara Kecamatan Padaherang dipasang alat EWS bencana banjir," ujarnya. 

Dengan telah memasuki musim penghujan, dirinya menghimbau kepada masyarakat khususnya di Kabupaten Pangandaran untuk menjaga lingkungan dan kebersihan serta tidak membuang sampah sembarangan. "Dan agar waspada di saat curah hujan sedang tinggi," ucapnya.

(Sari/Sumber : Pikiran Rakyat)

Related Post

Comment