Advertisement

Kemenperin gandeng 6 perguruan tinggi kembangkan industri mobil listrik

Dea 6 11 18 Teras Bisnis
Kemenperin gandeng 6 perguruan tinggi kembangkan industri mobil listrik

Terasjabar.id- Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menggelar studi komprehensif ketenagalistrikan tahap pertama yang melibatkan perguruan tinggi negeri. Riset dan studi ini bertujuan memperkenalkan teknologi pengembangan kendaraan ramah lingkungan termasuk mobil listrik.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika Kemenperin, Harjanto menyatakan, acara ini merupakan tindak lanjut dari studi komprehensif kendaraan bermuatan listrik yang dilakukan pada 4 Julli 2018 lalu.

"Riset dan studi ini pada prinsipnya adalah pelaksanaan dari roadmap pengembangan industri otomotif nasional dan penjabaran tahap awal program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV) serta implementasi menuju Making Indonesia 4.0 untuk sektor otomotif," kata Hrjanto dalam sambutannya, di Kantornya, Jakarta, Selasa (6/11).

Harjanto mengungkapkan, riset dan studi ini nantinya untuk mempelajari habitat dan ekosistem dari teknologi Electrified Vehicle (EV) yang terdiri dari technical characteristic, user convenience, overall environment, industry and social impact study, serta policy and regulation study.

"Dalam pelaksanaannya, Kemenperin berkoordinasi dengan Kementerian Ristekdikti dan berkolaborasi dengan 6 (enam) Perguruan Tinggi yaitu UI, ITB, UGM, ITS, UNS dan Udayana serta didukung oleh Toyota Indonesia," katanya.

Harjanto menyebut, riset bersama ini dijadwalkan akan berlangsung selama dua tahun yaitu pada 2018 hingga 2019 mendatang. Sedangkan pembagian tugas kepada keenam perguruan tinggi negeri tersebut dilakukan dengan dua tahap. "Tahap pertama, riset yang dilakukan oleh ITB, UGM dan UI. Sedangkan, tahap kedua dilakukan bersama dengan UNS, ITS dan Udayana yang dimulai sejak tanggal 1 November 2018 sampai dengan 31 Januari 2019," tutupnya.

Adapun kendaraan listrik yang digunakan di dalam riset ini adalah jenis Hybrid dan Plug-in Hybrid yang akan dibandingkan dengan kendaraan konvensional (ICE) yang telah menggunakan teknologi advanced engine.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartatro mengapresiasi atas kegiatan yang dilangsungkan pada hari ini. Dia berharap, hasil riset dapat menjadi masukan bagi pemerintah dalam menerapkan kebijakan pengembangan kendaraan listrik. Sehingga target 20 persen untuk produksi kendaraan emisi karbon rendah (Low Carbon Emission Vehicle/LCEV) tahun 2025 dapat tercapai.

"Melalui kesempatan ini, kami menyampaikan apresiasi tinggi kepada Toyota dan para peneliti dari perguruan tinggi, atas riset dan studinya terkait pengembangan dan pentahapan teknologi electrified vehicle di Indonesia," imbuh Airlangga.

Hal ini akan menjadi masukan bagi pemerintah dalam menerapkan kebijakan pengembangan kendaraan listrik, sehingga target 20 persen untuk produksi kendaraan emisi karbon rendah (Low Carbon Emission Vehicle/LCEV) tahun 2025 dapat tercapai.

(Nada/Sumber:Merdeka.com)

Related Post

Comment