A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/Article.php

Line Number: 287

Backtrace:

File: /home/admin/public_html/terasjabar.id/cszcms/modules/plugin/controllers/Article.php
Line: 287
Function: _error_handler

File: /home/admin/public_html/terasjabar.id/index.php
Line: 338
Function: require_once



Powered by CSZ CMS | Open Source Content Management with responsive
Jual 10 Kali Lipat Ponsel Lebih Banyak, Kok Xiaomi Keok dari Apple? | Teras Jabar
Advertisement

Jual 10 Kali Lipat Ponsel Lebih Banyak, Kok Xiaomi Keok dari Apple?

Malda 6 11 18
Jual 10 Kali Lipat Ponsel Lebih Banyak, Kok Xiaomi Keok dari Apple?

Terasjabar.id - Produsen smartphone asal China, Xiaomi berhasil menjual 10 kali lebih banyak dibanding smartphone Apple, iPhone di pasar India per Maret 2018. Penjualan itu berbanding lurus dengan pendapatan yang diperoleh, Apple mendapatkan 130,9 miliar Rupee sedangkan Xiaomi mengantongi 230 miliar Rupee. Boleh saja Xiaomi unggul dalam pendapatan, tapi keok dari perusahaan asal Amerika Serikat dalam hal laba. Apple ternyata laba tiga kali lipat dibandingkan Xiaomi, walaupun posisi laba Apple cuma pada angka 8,9 miliar Rupee saja.

Dikutip melalui situs Quartz India, Selasa 6 November 2018, perusahaan yang berbasis di Cupertino, California ini masih mendapat keuntungan kotor atas penjualannya di India. Co-Founder dan Chief Executive Officer  perusahaan kecerdasan buatan Tofler, Anchal Agarwal mengatakan, Xiaomi memenangkan permainan angka penjualan karena memiliki cakupan pasar yang jauh lebih besar dibanding Apple.

Manajer penelitian perusahaan Canalys yang berbasis di Singapura, Rushabh Doshi mengatakan, Apple berharap dapat membangun bisnis yang kuat, lalu menjual produk dengan keuntungan kotor yang tipis. Sedangkan Xiaomi terlihat mengambil penghasilannya melalui layanan seperti iklan, over the top (OTT), dan lain sebagainya.

"Sedangkan model bisnis Apple adalah semata-mata menargetkan orang kaya yang mencari status berdasarkan perangkat mereka," kata analis senior Counterpoint Research yang berbasis di Hong Kong, Pavel Naiya.

Kesimpulannya Xiaomi memang memiliki volume penjualan, tetapi Apple adalah pemain dengan nilai yang lebih tinggi. Bahkan Apple menghasilkan lebih dari 95 persen pendapatannya dari hasil jualan produknya, walau harus kehilangan pelanggan di negeri Hindustan tersebut.

Menurut data lembaga riset International Data Corporation (IDC) pada paruh pertama 2018, pangsa pasar Apple telah turun dua kali lipat atau sekitar 2,5 persen dibanding tahun lalu. Namun mereka tetap menghasilkan lebih banyak uang. Hal ini tidak berlaku di India saja, di seluruh belahan Bumi lainnya Apple mendapat hampir 90 persen keuntungan walau hanya menguasai kurang dari 20 persen pasar.

“Konsumen membayar merek dengan harga tinggi dan bersedia membayar lebih banyak. Sedangkan Xiaomi saat harga meningkat, konsumennya juga akan berubah-ubah dan bisa mencari alternatif lain,” kata Associate Director Counterpoint, Tarun Pathak.

(Tika/Sumber:Viva.co.id)

Related Post

Comment