Advertisement

Update 2 Jasad Terbakar di Mobil - Tangisan Keluarga Sambut Jenazah Pupung Sadili dan Anaknya: Kuatin Hamba Ya Allah, Astagfirullah

Update 2 Jasad Terbakar di Mobil - Tangisan Keluarga Sambut Jenazah Pupung Sadili dan Anaknya: Kuatin Hamba Ya Allah, Astagfirullah
Editor: Malda Hot News —Jumat, 30 Agustus 2019 16:36 WIB

Terasjabar.id - Update 2 Jasad Terbakar di Mobil - Tangisan Keluarga Sambut Jenazah Pupung Sadili dan Anaknya: Kuatin Hamba Ya Allah, Astagfirullah Isak tangis keluarga Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54) dan M Adi Pradana alias Dana (23) mengiringi proses serah terima jasad dari RS Polri Jati, Jumat (29/8/2019).

Kedua jenazah yang ditemukan terpanggang di Desa Pondok Kaso Tengah, Cidahu dibawa keluarga pukul 13.35 WIB setelah diidentifikasi tim dokter forensik RS Polri Kramat Jati.

Pantauan TribunJakarta.com di lokasi dari sekira delapan anggota keluarga yang datang ke RS Polri Kramat Jati, satu perempuan yang mengenakan jilbab hitam tampak paling bersedih.

Begitu peti jenazah Pupung dan Dana dibawa ke mobil ambulans, tangisnya langsung pecah sehingga berusaha ditenangkan anggota keluarga yang lain.

"Ya Allah kuatin hamba ya Allah, Astaghfirullah. Kuatin hamba ya Allah, Astaghfirullah, Astaghfirullah," kata perempuan berusia sekira 30 tahun itu di RS Polri Kramat Jati, Jumat (29/8/2019).

Hingga kedua mobil ambulans pergi menuju rumah duka di Duren Tiga Selatan, Jakarta Selatan, perempuan itu masih tampak menangis.

Lantaran terus menangis, sejumlah anggota keluarga dan dokter RS Polri Kramat Jati terus berusaha menenangkan perempuan tersebut.

Beberapa anggota keluarga yang masih muda tampak memberikan kursi roda kepada perempuan tersebut agar tak jatuh karena terlampau bersedih.

Jasad Pupung dan Dana yang hanya tersisa sekitar 80 persen akibat terpanggang dalam mobil sendiri riba di RS Polri Kramat Jati pada Minggu (25/8/2019).

Tim dokter forensik RS Polri sempat kesulitan mengidentifikasi kedua jasad karena nyaris jadi arang sebelum pihak keluarga memberikan data antemortem untuk keperluan identifikasi.

Aulia Kesuma Terancam Hukuman Mati

Aulia Kesuma merupakan aktor intelektual di balik pembunuhan ayah dan anak, Edi Chandra alias Pupung Sadili dan M Adi Pradana.

Kasus pembunuhan di Jakarta itu terendus dari penemuan dua jasad terbakar dalam mobil di Kampung Bondol, Desa Pondokaso Tengah, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Minggu (25/8/2019).

Aulia Kesuma (35).
Aulia Kesuma (35). (Istimewa)

Kasus pembunuhan tersebut juga anak melibatkan Aulia Kesuma dan Kelvin Geofani. Korban mereka adalah ayah dan anak, Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili dan M Adi Pradana alias Dana (23).

Sejauh ini, polisi sudah mengungkap motif di balik pembunuhan itu, yakni karena urusan utang piutang.

Disebutkan, Aulia Kesuma ingin menjual rumah untuk membayar utang namun ditentang oleh korban.

Kemudian, Aulia Kesuma merencanakan pembunuhan tersebut dengan melibatkan pembunuh bayaran.

Perencanaan pembunuhan diatur secara khusus di KUH Pidana. Pembunuhan biasa diatur di Pasal 338, pembunuhan berencana diatur di Pasal 340 KUH Pidana.

"Tersangka ( Aulia Kesuma) dijerat Pasal 340 KUH Pidana tentang pembunuhan berencana," ujar Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko via ponselnya, Jumat (30/8/2019).

Ancaman pidana di Pasal 340 KUH Pidana tidak main-main. Ancaman pidananya merupakan terberat dari pasal pidana lainnya di KUH Pidana.

"Ancaman pidananya maksimal pidana mati, seumur hidup, dan terendah 20 tahun penjara," kata Trunoyudo Wisnu Andiko.

Peristiwa pembunuhan dilakukan di rumah korban yang selama ini tinggal dengan Aulia Kesuma yakni di Lebakbulus, Jakarta. Karenanya, kasusnya dilimpahkan ke Polda Metro‎ Jaya.

Trunoyudo menambahkan, selain dijerat Pasal 340 KUH Pidana‎, tersangka juga dijerat Pasal 339 KUH Pidana.

"Selain Pasal 340, tersangka juga dijerat Pasal 339 dan atau Pasal 338 KUH Pidana," ujar Trunoyudo Wisnu Andiko.

Pasal 340 KUH Pidana :

Barang siapa dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan rencana, dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama dua puluh tahun.

Pasal 339 KUH Pidana :

Pembunuhan yang diikuti, disertai atau didahului oleh suatu perbuatan pidana, yang dilakukan dengan maksud untuk mempersiapkan atau mempermudah pelaksanaannya, atau untuk melepaskan diri sendiri maupun peserta lainnya dari pidana dalam hal tertangkap tangan, ataupun untuk memastikan penguasaan barang yang diperolehnya secara melawan hukum, diancam dengan pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama dua puluh tahun.

Pasal 338 KUH Pidana :

Barang siapa dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan rencana, dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama dua puluh tahun.


(Tribunjabar.id)

Aulia Kesuma Pelaku Pembunuhan Sukabumi Membakar Mobil Berisi 2 Jasad di Sukabumi Pupung Sadili Pembunuhan Berencana Bensin Fakta PembunuhanPupung Sadili Keluarga


Related Post



Loading...