Advertisement

Psikolog Periksa Kejiwaan Bocah 9 Tahun yang Ngaku Diculik

Dea 6 11 18 Hot News
Psikolog Periksa Kejiwaan Bocah 9 Tahun yang Ngaku Diculik

Terasjabar.id- Polisi mendatangkan psikolog untuk memeriksa kondisi bocah 9 tahun yang mengaku lolos dari penculikan di Mojokerto. Selain terindikasi mengarang cerita penculikan, keterangan yang disampaikan bocah kelas V SD itu juga berubah-ubah.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Muhammad Solikhin Fery mengatakan hari ini pihaknya mendatangkan psikolog dari Polda Jatim untuk memeriksa kondisi kejiwaan Anugerah. Sebelumnya korban juga menjalani pemeriksaan serupa oleh 2 psikolog dari Surabaya pada Senin (5/11).

"Hari ini psikolog dari Polda sebagai pembanding. Kalau hasilnya sudah saling mendukung, maka cukup dua itu," kata Fery saat dihubungi detikcom, Selasa (6/11/2018).

Pemeriksaan melibatkan psikolog ini, lanjut Fery, bukan tanpa alasan. Menurut dia, pemeriksaan kejiwaan terpaksa dilakukan lantaran kisah penculikan yang dituturkan Anugerah kerap berubah-ubah.

"Kami ingin mengetahui kondisi kejiwaan anak ini terganggu atau tidak. Karena dia sampai bisa mengarang cerita dan ceritanya itu berubah-ubah," terangnya.

Anugerah mengaku diculik oleh 2 pria tak dikenal saat pulang mengaji di Dusun Tegalsari, Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar, Mojokerto pada Minggu (4/11) sore. Korban dibawa pelaku ke rumah kosong di blok A 2 No 34, Perumahan Griya Permata Meri, Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto.

Bocah berusia 9 tahun ini mengaku bisa meloloskan diri saat pelaku penculikan lengah. Korban pun mengadu ke ibunya. Bersama sang ibu, Anugerah melapor ke polisi di hari yang sama.

Namun setelah melakukan penyelidikan, petugas menemukan sejumlah ketidaksesuaian antara kisah Anugerah dengan fakta di lapangan. Bocah asal Dusun Trenggumung, Desa Tambakagung, Puri, Kabupaten Mojokerto itu diduga mengarang cerita penculikan.

(Nada/Sumber:Detik.com)

Related Post

Comment