Advertisement

Demi perangi terorisme, Mesir akan larang penggunaan burqa di tempat umum

Dea 6 11 18 Hot News
Demi perangi terorisme, Mesir akan larang penggunaan burqa di tempat umum

Terasjabar.id- Pemerintah Mesir tengah mempertimbangkan rancangan undang-undang baru tentang larangan penggunaan burqa atau niqab bagi perempuan di ruang publik. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam memerangi kelompok ekstremis.

RUU tersebut diajukan oleh seorang anggota parlemen, Ghada Ajami, pada Sabtu (3/11). Dia mengusulkan perempuan yang melanggar aturan ini dikenai denda sebesar USD 56 (Rp 832 ribu) dan denda itu akan berlipat ganda apabila pelanggarannya dilakukan secara berulang.

"Tujuan dari RUU ini adalah untuk mendukung upaya negara dalam memerangi kasus terorisme," kata Ajami, dikutip dari laman Jerusalem Post, Selasa (6/11).

Dalam salinan undang-undang tertera bahwa larangan burqa akan diberlakukan di seluruh ruang publik di Mesir kapan pun dan dalam keadaan apa pun. Ruang publik itu termasuk rumah sakit, klinik kesehatan, sekolah, bioskop, teater, perpustakaan umum, museum, hingga gedung-gedung pemerintahan.

Sementara itu, seorang analis politik Mesir, Ahmad Sharbini mengungkapkan lebih lanjut alasan pemerintah dalam memberlakukan larangan penggunaan burqa ini.

"Mesir sedang mengalami periode ketidakstabilan karena kelompok radikal yang beroperasi di dalam negeri. Burqa ini menciptakan masalah keamanan karena banyak anggota teroris baik perempuan atau pria yang mengenakannya untuk menyembunyikan identitas dan menyelinap ke berbagai tempat," jelas Sharbini.

"Jika disahkan, ini akan mengurangi masalah sebab keamanan publik dan keamanan nasional lebih penting dari apa pun. Itulah yang ingin dicapai oleh pemerintah Mesir," tambahnya.

Lebih lanjut Sharbini menjelaskan bahwa burqa secara luas lebih sering digunakan oleh kalangan Muslim ekstremis. Mereka memiliki ideologi yang bertentangan dengan norma-norma di masyarakat Mesir.

"Kami menolak ideologi radikal secara umum, dan ketika menyangkut hukum Islam, perempuan sendiri tidak diwajibkan untuk menutupi wajah mereka, meskipun itu telah menjadi tradisi di beberapa negara Muslim," ujarnya.

Imam Palestina, Mustafa Abu-Sweh, juga ikut angkat bicara mengenai hukum penggunaan burqa. Burqa, kata dia, tidak pernah disebutkan dalam Alquran. Selain itu, para ulama juga telah lama tidak setuju dengan kewajiban atau pilihan bagi perempuan Muslim untuk menutupi wajah mereka.

(Nada/Sumber:Merdeka.com)

Related Post

Comment