Advertisement

6 Jenis Makanan yang Bisa Membuat Bayi Sakit

Malda 6 11 18 Life Style
6 Jenis Makanan yang Bisa Membuat Bayi Sakit

Terasjabar.id - Memilih makanan bayi memang tidak boleh sembarangan. Demi kesehatan si kecil, kita harus ekstra teliti.

Pasalnya, tidak semua jenis makanan sudah dapat dicerna oleh bayi. Tubuh bayi rentan terserang infeksi dari luar, hal ini dikarenakan antibodi yang dimiliki masih belum terbentuk dengan sempurna karena mereka masih dalam tahap tumbuh kembang.

Itu sebabnya, Anda perlu mengetahui makanan apa saja yang sebaiknya tidak diberikan pada bayi meski Anda pikir makanan ini sehat untuknya. Apa saja?

Sayuran Mentah

Apapun yang mentah atau setengah matang, tidak baik untuk bayi Anda. Apabila sayuran tidak dimasak dengan benar-benar matang, akan banyak bakteri yang masuk ke dalam tubuh bayi dan buat si kecil berisiko terinfeksi.

Putih Telur

Bayi usia 6-9 bulan boleh mengonsumsi berbagai macam protein selama tekstur makanan disesuaikan dengan usianya. Namun berhati-hatilah saat hendak membuat makanan bayi dengan telur ya, Moms.

Putih telur memang merupakan sumber protein yang tinggi dan memiliki segudang manfaat untuk tubuh. Tapi bakteri yang terdapat dalam putih telur bisa menyebabkan gangguan pencernaan dan memicu penyakit kompilasi lainnya.

Putih telur juga merupakan salah satu penyebab alergi. Sementara kalau bayi belum pernah mencicipi telur, Anda mungkin belum bisa menentukan apakah ia memiliki risiko alergi terhadap bahan makanan ini atau tidak.

Jadi bila ingin memberi bayi telur, sebaiknya dahulukan memberikan kuningnya saja. Perhatikan, apakah muncul gejala alergi setelahnya? Bila ya, tunda pemberian telur sampai bayi berusia 1 tahun.

Selai Kacang

Selai kacang juga memiliki kandungan yang sehat untuk tubuh seperti potasium, protein dan juga serat. Namun sayangnya, selai kacang termasuk bahan makanan yang memicu alergi paling besar pada bayi. Tidak hanya itu, teksturnya yang lengket dapat menyebabkan kerusakan gigi hingga menimbulkan risiko bayi tersedak.

Sebaiknya, makanan ini baru diperkenalkan saat anak di atas 1 tahun. Kenalkan si kecil dengan selai kacang yang dioleskan tipis-tipis pada roti dan jangan biarkan anak memakannya dalam porsi besar sekaligus dengan sendok seperti memakan madu.

Makanan Kaleng

Makanan kaleng mungkin praktis untuk disajikan, tapi kebanyakan makanan ini tidak baik untuk sistem pencernaan bayi. Hal ini dikarenakan makanan kaleng umumnya diberi banyak pengawet, pewarna, penguat rasa maupun garam.
Kalau makanan kaleng yang Anda beli adalah makanan kaleng khusus untuk bayi (atau susu formula misalnya, pastikan Anda memeriksa label dan atau penjelasan kandungannya. Bila memungkinkan, para ahli menyarankan Anda memilih makanan bayi dalam kaca daripada dalam kemasan kaleng.
Madu
Meski dikenal dapat memberikan banyak manfaat, madu berbahaya bagi bayi. Kenapa? Madu mengandung spora dan kontaminan lainnya yang bisa menyebabkan infeksi, keracunan, bahkan berujung kematian pada bayi di bawah usia 12 bulan. Jadi, bayi tidak boleh diberi madu ya, Moms.
(Tika/Sumber:Kumparan.com)

Related Post

Comment